Connect With Us

Pemkot Tangsel Tambah 4 Armada Kebakaran

Advertorial, Denny Bagus Irawan | Senin, 14 April 2014 | 17:49

Ilustrasi Pemadam Kebakaran (Rangga A Zuliansyah / TangerangNews)



TANGSEL-Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) akan menambah empat unit armada pemadam kebakaran baru pada tahun ini. Hal tersebut guna mengantisipasi bencana kebakaran di seluruh wilayah kota tersebut.

Kepala Kantor Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Tangsel Agus Budi Darmawan mengatakan, empat unit armada baru tersebut berkapasitas 3.000 liter air. Nilai total anggaran pembelian empat unit armada tersebut sekitar Rp4,5 miliar.

"Sekarang sedang proses lelang, rencananya armada tersebut mulai dioperasikan pada September 2014," katanya, Senin (7/4). Agus mengungkapkan, saat ini Damkar Tangsel memiliki 10 unit armada pemadam kebakaran yang terdiri dari 6 unit mobil tangki pemadam serta sisanya mobil komando dan rescue.

Untuk jumlah armada yang ideal sendiri, menurut Agus, Kota Tangsel yang terdiri dari tujuh kecamatan minimal memiliki sekitar 21 unit armada mobil pemadam kebakaran. "Dengan luas wilayah Tangsel saat ini, memang butuh banyak armada pemadam. Karena itu armada kita tambah untuk mempersiapkan sarana dan prasarana yang memadai, sebagai langkah antisipasi kebakaran yang kerap terjadi di perumahan padat penduduk," ujarnya.

Dijelaskan Agus, untuk jumlah kasus kebakaran mulai Januari hingga awal Maret 2014 ada sekitar 16 kasus kebakaran dengan kerugian ratusan juta. Kasus paling banyak terjadi di daerah Kecamatan Pondok Aren, Pamulang dan Serpong. Untuk penyebab kebakaran paling banyak di Tangsel akibat korsleting listrik.

Menurutnya, semakin berkembang permbangunan di suatu daerah, maka tingkat kerawanaan kebakarannya semakin tinggi.
Untuk itu, pihaknya tidak hanya mengandalkan mobil unit kebakaran untuk membantu masyarakat, tapi juga telah membentuk relawan pemadam kebakaran yang melibatkan warga di tingkat RT dan RW di seluruh Kota Tangsel. "Kita juga lakukan pelatihan-pelatihan kebakaran baik untuk aparat keamanan maupun masyarakat," ujar Agus. (ADV/RAZ)
 
TANGSEL
Banyak Warga Belum Tersosialisasi, Penutupan Jembatan Merpati Raya Ciputat untuk Rekonstruksi Ditunda

Banyak Warga Belum Tersosialisasi, Penutupan Jembatan Merpati Raya Ciputat untuk Rekonstruksi Ditunda

Kamis, 22 Oktober 2026 | 19:47

Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) melalui Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (DSDABMBK) menunda rekonstruksi Jembatan Merpati Raya di Kelurahan Sawah Baru, Kecamatan Ciputat, hingga waktu yang belum ditentukan.

BANDARA
Mantan Dirut Angkasa Pura Kargo Jadi Tersangka, Rugikan Negara Rp4,94 Miliar

Mantan Dirut Angkasa Pura Kargo Jadi Tersangka, Rugikan Negara Rp4,94 Miliar

Jumat, 23 Oktober 2026 | 13:46

Mantan Direktur Utama PT Angkasa Pura Kargo (APK) berinisial GM ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Tangerang dalam perkara dugaan korupsi kerja sama pengoperasian pesawat udara tahun 2022.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

BANTEN
Pencak Silat Didorong Jadi Ekskul dan Mulok Sekolah di Banten

Pencak Silat Didorong Jadi Ekskul dan Mulok Sekolah di Banten

Jumat, 23 Oktober 2026 | 19:26

Pemerintah Provinsi (Pemptov) Banten mendorong agar seni bela diri tradisional pencak silat dapat dijadikan sebagai muatan lokal (mulok) maupun kegiatan ekstrakurikuler di berbagai satuan pendidikan.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill