Connect With Us

Cerita Mistis Stasiun Rawa Buntu, Seorang Pria Tersambar KA

Rangga Agung Zuliansyah | Senin, 25 Agustus 2014 | 10:41

Stasiun Rawa Buntu (Rangga A Zuliansyah / TangerangNews)

TANGSEL-Sungguh nahas. Berniat sedang menyeberang rel, seorang pria tewas tersambar kereta api yang melintas di dekat Stasiun KA Rawa Buntu, Serpong, Tangerang Selatan. Jasad korban yang hancur masih tergeletak di lintasan rel, Senin (25/08).

Suhaedi, seorang saksi mata yang kebetulan ada di sekitar lokasi kejadian menuturkan bahwa, sang korban terlihat melamun sebelum tersambar, jadi dia tidak memperhatikan kereta yang sedang melintas.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 06.45 WIB ini membuat banyak orang di sekitar berkerumun. Petugas keamanan stasiun juga sudah berada di lokasi. “Tapi masih di situ mayatnya,” terang Suhaedi.

Kejadian tertabraknya penyeberang jalan, menurut Suhaedi kerap terjadi di lintasan rel yang berada di Jl Raya Ciater, Desa Rawa Mekar Jaya ini.

“Kalau cerita mistisnya memang di sini sering kejadian nabrak, katanya sih ada setan budeg,” ujar Suhaedi menceritakan cerita mistis yang kerap didengar warga setempat.
 
 
TANGSEL
Benyamin Target Tuntaskan Bedah 329 Unit Rumah Tidak Layak Huni pada 2026

Benyamin Target Tuntaskan Bedah 329 Unit Rumah Tidak Layak Huni pada 2026

Minggu, 10 Mei 2026 | 09:20

Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Benyamin Davnie menargetkan sebanyak 329 unit rumah warga akan dibedah sepanjang 2026. Jumlah tersebut berdasarkan hasil seleksi dari tingkat urgensi di lapangan.

TEKNO
Telkomsel Hadirkan Paket Kuota 42 GB dan Jaringan 5G untuk Jemaah Haji 2026

Telkomsel Hadirkan Paket Kuota 42 GB dan Jaringan 5G untuk Jemaah Haji 2026

Senin, 11 Mei 2026 | 17:16

Menyambut musim Haji 1447 H, Telkomsel kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung kelancaran ibadah jemaah asal Indonesia.

OPINI
May Day dan Gugatan Marx di Balik Penjara Digital

May Day dan Gugatan Marx di Balik Penjara Digital

Jumat, 1 Mei 2026 | 16:57

Sejarah dari seluruh masyarakat yang ada hingga sekarang adalah sejarah perjuangan kelas." Kalimat pembuka Karl Marx dalam Manifesto Komunis (1848) ini sering kali dianggap sebagai peninggalan masa lalu yang tak lagi relevan.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill