Connect With Us

Arsid terlihat murung tetapi tetap manggung di Pilkada Tangsel

Putri Rahmawati | Selasa, 28 Juli 2015 | 16:15

| Dibaca : 4646

Arsid-Elvier Ariadiannie Soedarto Poetri. (Putri Rahmawati / TangerangNews.com)

 

TANGSEL-Wajah Arsid terlihat murung, tak tampak seperti sebelumnya yang tertawa bebas saat akan bergandengan dengan Intan Nurul Hikmah. Meski begitu, Arsid tetap bisa manggung di Pilkada Tangsel setelah DPP PDIP yang diwakili oleh Ketua DPD Provinsi Banten Sukira menyerahkan surat pencabutan rekomendasi Arsid-Intan Nurul Hikmah dan sekaligus menyerahkan surat rekomendasi yang baru yakni Arsid- Elvier Ariadiannie Soedarto Poetri.

TB Bayu yang menerima surat itu, langsung membacakannya.

"Saya ikhlas dan harus memenangkan pasangan H. Arsid dan Ibu Elvier dalam Pilkada 9 Desember mendatang sesuai dengan persetujuan DPP PDI Perjuangan," ucapnya di depan kader DPC PDIP Tangsel.

 

 

HIBURAN
Menikmati Rame-Rame Jajan Kuliner Nostalgia dengan Suasana Jadoel di Tangcity Mall

Menikmati Rame-Rame Jajan Kuliner Nostalgia dengan Suasana Jadoel di Tangcity Mall

Minggu, 19 Agustus 2018 | 13:38

TANGERANGNEWS.com-Tangcity Mall kembali menggelar event kuliner tahunan Rame-Rame Jajan Kuliner (RJK) lewat Opening

BANTEN
Tawuran Pelajar di Tangsel Disorot Gubernur, WH: Jangan Terulang Lagi!

Tawuran Pelajar di Tangsel Disorot Gubernur, WH: Jangan Terulang Lagi!

Kamis, 2 Agustus 2018 | 15:00

TANGERANGNEWS.com-Tawuran dua kelompok pelajar di Jalan Raya Puspitek, Kecamatan Setu, Tangsel, Selasa (31/7/2018) disorot Gubernur Banten, Wahidin Halim. Bahkan, sosok yang akrab disapa WH itu terjun langsung ke dua sekolah yang terlibat.

OPINI
Tantangan Profesi Polisi Zaman Now

Tantangan Profesi Polisi Zaman Now

Rabu, 18 Juli 2018 | 18:00

TANGERANGNEWS.com-Anak saya yang baru menapaki usia lima tahun terpesona tayangan di sebuah televisi swasta. Di usia yang belum dapat menggunakan nalar sebagai kelengkapan berfikir itu, ia justru telah hapal slogan yang

"Kita tidak boleh menerima nasib buruk dan pasrah menerimannya sebagai kutukan. Kalau kita mau hidup bebas, kita harus belajar untuk terbang"

Gie