Connect With Us

Ini kata PDIP Tangsel Penyebab Intan Mundur

Putri Rahmawati | Selasa, 28 Juli 2015 | 21:03

| Dibaca : 3449

TB. Bayu Murdani terlihat enggan berdekatan dengan Arsid. (Putri Rahmawati / Tangerangnews)


TANGERANG SELATAN-DPC PDIP Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menjelaskan akar  masalah penyebab Intan Nurul Hikmah sebagai calon Wakil Wali kota Tangsel mundur.

"Jadi secara lisan dan tertulis, kami sudah mendapatkan informasi langsung dari yang bersangkutan (Intan)," ujar Ketua DPD PDI Perjuangan Sukira, sore ini.


Sukira juga menjelaskan, bahwa kemunduran Intan lantaran persoalan orang tuanya  yang sedang sakit di luar negeri.

"Intan memang meminta mundur dalam Pilkada meski rekomendasi sudah  dikeluarkan DPP PDI Perjuangan, karena ayah Intan sedang sakit di
rawat di Singapura. Dan Intan diminta untuk tetap menemani ayahnya di sana," lanjut  Sukira.

Secara kepengurusan dan kelembagaan, Sukira melanjutkan bahwa PDI Perjuangan  sangat mentolerir keputusan yang diambil Intan, karena hal sebagai bentuk   hak asasi manusia dan bakti anak kepada orang tuanya.

Demikian juga yang dikatakan oleh Ketua DPC PDIP Tangsel TB Bayu  Murdani. "Intan mengundurkan diri atas dasar kemauannya sendiri, tanpa ada paksaan  dari mana pun," singkat Bayu.

PROPERTI
Astra Tol Tamer Siap Sambut Libur Panjang Imlek 2018

Astra Tol Tamer Siap Sambut Libur Panjang Imlek 2018

Senin, 19 Februari 2018 | 12:00

TANGERANGNEWS.com-Menghadapi libur Imlek 2018, ASTRA Infra Toll Road Tangerang-Merak (ASTRA Tol Tamer) siap memberikan pelayanan terbaik untuk pengguna jalan. Baik peningkatan pelayanan transaksi, maupun kondisi jalan hingga pelayanan keamanan.

NASIONAL
Kerusakan Pipa Air Baku Aetra Tangerang Diperbaiki, Suplai Kembali Normal

Kerusakan Pipa Air Baku Aetra Tangerang Diperbaiki, Suplai Kembali Normal

Rabu, 15 Agustus 2018 | 15:00

TANGERANGNEWS.com-Pada hari Sabtu (11/8/2018) Aetra Tangerang berhasil menyelesaikan perbaikan kerusakan pipa air baku yang terjadi sejak hari Kamis (9/8/2018) lalu.

"Kita tidak boleh menerima nasib buruk dan pasrah menerimannya sebagai kutukan. Kalau kita mau hidup bebas, kita harus belajar untuk terbang"

Gie