Mahasiswa Gelar Demo di Tiga Titik Hari Ini, Polisi Turunkan Ribuan Personel Pengamanan
Senin, 4 Mei 2026 | 11:52
Massa mahasiswa dari berbagai kampus dan elemen masyarakat menggelar aksi unjuk rasa di Jakarta pada Senin, 4 Mei 2026, siang.
TANGERANG SELATAN- Calon wali kota dan wakil wali kota Tangsel yang diusung partai Demokrat-Gerindra pasangan Ikhsan Modjo-Li Claudia Chandra, mengaku harus bekerja keras untuk mengalahkan incumbent.
Calon walikota Ikhsan Modjo mengatakan pihaknya tidak akan mengandalkan uang, karena pasti akan kalah." Kita pasti kalah. Satu-satunya cara adalah dengan menggunakan otak," katanya Jumat (31/7/2015).
Lebih lanjut Ikhsan Modjo mengatakan, meski berat melawan incumbent, namun pihaknya optimis dapat memenangkan pilkada Tangsel dalam satu putaran. Hal ini karena kinerja tim suksesnya yang terus mensosialisasikan dirinya bersama pasangannya kepada masyarakat Tangsel.
“Kita optimis dalam pilkada Tangsel bisa menang dalam satu putaran saja. Dengan tiga pasangan calon ini, kami optimis dapat meraih 40 persen lebih,” tegasnya.
Sementara itu, calon wakil wali kota Li Claudia Chandra menyakini bahwa dirinya bersama pasangannya Ikhsan Modjo menjadi pesaing kuat incumben. Kenyakinan wanita keturunan ini dikarenakan tim sukses kompak untuk mencari pendukung dan partai pendukung Demokrat-Gerindra menyatakan 100 persen mendukung.
"Pilkada ini pasangan kami pasti kuat, mengingat banyaknya simpatisan yang akan memberi dukungan kepada kami," pungkasnya.
Dalam pilkada Tangsel yang dihelat pada tanggal 9 Desember 2015 ini, ada tiga pasang calon yang akan bertarung yakni pasangan incumbent Airin-Benyamin, Ikhsan Modjo-Li Claudia, dan Arsid-Elvier.
Massa mahasiswa dari berbagai kampus dan elemen masyarakat menggelar aksi unjuk rasa di Jakarta pada Senin, 4 Mei 2026, siang.
TODAY TAGPresiden Prabowo Subianto mengingatkan situasi geopolitik dunia yang memanas, terutama konflik di kawasan Timur Tengah, berpotensi menimbulkan dampak bagi berbagai sektor di Indonesia.
Sejarah dari seluruh masyarakat yang ada hingga sekarang adalah sejarah perjuangan kelas." Kalimat pembuka Karl Marx dalam Manifesto Komunis (1848) ini sering kali dianggap sebagai peninggalan masa lalu yang tak lagi relevan.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews