Connect With Us

Wawancara dengan Ikhsan Modjo

Erwin Silitonga | Minggu, 2 Agustus 2015 | 19:05

| Dibaca : 2186

Ikhsan Modjo-Li Claudia Chandra. (Erwin Silitonga / Tangerangnews)

 

Kali ini TangerangNews.com menyajikan wawacara dengan salah seorang kandidat di Pilkada Tangsel yang lain. Berikut adalah hasil wawacaranya bersama reporter Erwin Silitonga :

Dalam beberapa kesempatan anda sering menyebut, lawan anda kuat dan anda  akan memakai otak untuk mengalahkannya, maksudnya seperti apa ?

Bermain memakai otak artinya kami tidak akan memainkan politik uang karena sudah pasti kalah dengan pasangan incumbent dengan kakayaan yang dimiliki.

Jadi kami akan bertarung dengan akal fikiran agar masyarakat Tangsel memilih kami di Pilkada ini. Salahsatunya dengan melakukan pendekatan ke warga dan mengerahkan seluruh tim untuk turun langsung ke masyarakat untuk mengenalkan kami ke masyarakat bawah hingga atas.

Selain itu  juga mengajak rekan sepekerjaan pasangan saya,  Li Claudia sebagai pengusaha bersama-sama untuk mengantarkan kami duduk di kursi nomor satu di Tangsel. 

Kondisi Partai Demokrat sedang turun perolehan suaranya, terutama di Tangsel yang berbuah hanya tiga kursi, apakah menurut anda hal itu membuat anda kesulitan dalam memenangkan Pilkada Tangsel?

Tidak kesulitan, dikarenakan sebelum mendaftarkan diri sebagai bakal calon wali kota Tangsel, tim saya yang mendesak saya maju. Jadi saya yakin bisa menang di pilkada Tangsel ini apalagi ditambah dukungan penuh partai pengusung Demokrat-Gerindra.

Anda mendapat perhatian luar biasa di dunia maya, artinya suara anda berlimpah di,  apakah ini membuat anda yakin.  Sedangkan hal itu terjadi hanya di internet?

Oh iya itu suatu kenyakinan besar saya dengan pasangan saya. Karena website dunia maya saya sendiri yang buat untuk mengukur sebesar mana suara saya maju di pilkada ini. Ternyata respons masyarakat Tangsel cukup banyak mendukung saya, sehingga salahsatu rekemondasi partai Demokrat untuk memilih saya menjadi calon wali kota. Saya yakin dengan dukungan masyarakat Tangsel di dunia maya,  itu salah satu dukungan besar masyarakat Tangel untuk mengantarkan saya menjadi wali kota Tangsel 2015-2020.

Jika anda terpilih apa yang menurut anda  akan menjadi prioritas dalam program anda?

Sebenarnya banyak program yang sudah kami buat, namun bila terpilih program kerja kami pertama yakni membenahi struktural birokrat dahulu, pejabat-pejabat yang akan kami tempati sesuai dengan keahlian masing-masing, memberantas korupsi, memperbaiki infrastruktur jalan,

Apa yang kurang dari Tangsel saat ini?

Kalau ditanya kekurangan di Tangsel, semua orang tahu sangat banyak yang harus dibenahi. Terutama sistem birokrat yang tadi saya katakan, pendidikan, pembangunan infrastruktur. .

Kenapa anda memilih Li Claudia Chandra menjadi pendamping?

 Kita ketahui lawan kita incumbent seorang wanita, jadi untuk menyelaraskannya, saya menginginkan pasangan saya seorang wanita. Selain itu, pasangan saya merupakan seorang pengusaha dan didukung partai Gerindra, jadi saya menyakini bisa membantu saya untuk meraih suara terbanyak untuk memenangkan pilkada 2015 ini.

 

BANDARA
Operasional T3 Internasional Soetta, Puluhan Konter Imigrasi dan "Autogate" Disiapkan

Operasional T3 Internasional Soetta, Puluhan Konter Imigrasi dan "Autogate" Disiapkan

Kamis, 27 April 2017 | 18:00

TANGERANGNEWS.com-Jelang operasional Terminal 3 Internasional Bandara Soekarno-Hatta pada 1 Mei 2017 mendatang, PT Angkasa Pura II menyiapkan puluhan konter imigrasi dan autogate di pintu keberangkatan maupun kedatangan. Hal itu dilakukan guna mengakomoda

KAB. TANGERANG
Bupati Tangerang: Pendidikan Pilar Pokok Bangsa

Bupati Tangerang: Pendidikan Pilar Pokok Bangsa

Kamis, 27 April 2017 | 19:00

TANGERANGNEWS.com-Bupati Tangerang, A. Zaki Iskandar mengatakan pendidikan merupakan pilar pokok bangsa dan faktor utama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena menurutnya pendidikan merupakan wahana strategis untuk mempersiapkan sumber daya m

OPINI
Tanpa Perempuan Generasi Bangsa Terhambat

Tanpa Perempuan Generasi Bangsa Terhambat

Rabu, 8 Maret 2017 | 07:00

Perempuan bukan hanya sekedar pelampiasan hasrat semata, tapi juga sebagai gerbang peradaban, yang sering kali menjadi korban kekuatan patriakhi. Pada beberapa hal, perempuan sering menjadi objek eksploitasi, baik dalam rumah tangga, kantor, pabrik, jalan

"Jangan pernah ragu dengan potensi yang ada dalam diri kita. Cobalah lihat kupu-kupu, seandainya saja dia memiliki keraguan, maka dia akan hidup dan mati sebagai seekor ulat bulu yang hanya bisa merangkak."

Larispique Philidor