Connect With Us

Wawancara dengan Ikhsan Modjo

Erwin Silitonga | Minggu, 2 Agustus 2015 | 19:05

| Dibaca : 2165

Ikhsan Modjo-Li Claudia Chandra. (Erwin Silitonga / Tangerangnews)

 

Kali ini TangerangNews.com menyajikan wawacara dengan salah seorang kandidat di Pilkada Tangsel yang lain. Berikut adalah hasil wawacaranya bersama reporter Erwin Silitonga :

Dalam beberapa kesempatan anda sering menyebut, lawan anda kuat dan anda  akan memakai otak untuk mengalahkannya, maksudnya seperti apa ?

Bermain memakai otak artinya kami tidak akan memainkan politik uang karena sudah pasti kalah dengan pasangan incumbent dengan kakayaan yang dimiliki.

Jadi kami akan bertarung dengan akal fikiran agar masyarakat Tangsel memilih kami di Pilkada ini. Salahsatunya dengan melakukan pendekatan ke warga dan mengerahkan seluruh tim untuk turun langsung ke masyarakat untuk mengenalkan kami ke masyarakat bawah hingga atas.

Selain itu  juga mengajak rekan sepekerjaan pasangan saya,  Li Claudia sebagai pengusaha bersama-sama untuk mengantarkan kami duduk di kursi nomor satu di Tangsel. 

Kondisi Partai Demokrat sedang turun perolehan suaranya, terutama di Tangsel yang berbuah hanya tiga kursi, apakah menurut anda hal itu membuat anda kesulitan dalam memenangkan Pilkada Tangsel?

Tidak kesulitan, dikarenakan sebelum mendaftarkan diri sebagai bakal calon wali kota Tangsel, tim saya yang mendesak saya maju. Jadi saya yakin bisa menang di pilkada Tangsel ini apalagi ditambah dukungan penuh partai pengusung Demokrat-Gerindra.

Anda mendapat perhatian luar biasa di dunia maya, artinya suara anda berlimpah di,  apakah ini membuat anda yakin.  Sedangkan hal itu terjadi hanya di internet?

Oh iya itu suatu kenyakinan besar saya dengan pasangan saya. Karena website dunia maya saya sendiri yang buat untuk mengukur sebesar mana suara saya maju di pilkada ini. Ternyata respons masyarakat Tangsel cukup banyak mendukung saya, sehingga salahsatu rekemondasi partai Demokrat untuk memilih saya menjadi calon wali kota. Saya yakin dengan dukungan masyarakat Tangsel di dunia maya,  itu salah satu dukungan besar masyarakat Tangel untuk mengantarkan saya menjadi wali kota Tangsel 2015-2020.

Jika anda terpilih apa yang menurut anda  akan menjadi prioritas dalam program anda?

Sebenarnya banyak program yang sudah kami buat, namun bila terpilih program kerja kami pertama yakni membenahi struktural birokrat dahulu, pejabat-pejabat yang akan kami tempati sesuai dengan keahlian masing-masing, memberantas korupsi, memperbaiki infrastruktur jalan,

Apa yang kurang dari Tangsel saat ini?

Kalau ditanya kekurangan di Tangsel, semua orang tahu sangat banyak yang harus dibenahi. Terutama sistem birokrat yang tadi saya katakan, pendidikan, pembangunan infrastruktur. .

Kenapa anda memilih Li Claudia Chandra menjadi pendamping?

 Kita ketahui lawan kita incumbent seorang wanita, jadi untuk menyelaraskannya, saya menginginkan pasangan saya seorang wanita. Selain itu, pasangan saya merupakan seorang pengusaha dan didukung partai Gerindra, jadi saya menyakini bisa membantu saya untuk meraih suara terbanyak untuk memenangkan pilkada 2015 ini.

 

KAB. TANGERANG
Jalin Silaturahmi dengan Warga, Kapolsek Kelapa Dua Gelar Jumling

Jalin Silaturahmi dengan Warga, Kapolsek Kelapa Dua Gelar Jumling

Jumat, 20 Januari 2017 | 16:00

TANGERANGNews.com-Polsek Kelapa Dua berupaya menekan angka kriminalitas di wilayah hukumnya, salah satu langkah yang ditempuh Kapolsek Kelapa Dua, Kompol Endang Sukmawijaya,SH adalah dengan program Jum'at Keliling.

HIBURAN
Oon 'Project Pop' Tutup Usia Usai Tunaikan Shalat Subuh

Oon 'Project Pop' Tutup Usia Usai Tunaikan Shalat Subuh

Jumat, 13 Januari 2017 | 12:22

"Iya setelah shalat subuh," ujar Yossi , Jumat (13/1/2017).

AYO! TANGERANG CERDAS
Mahasiswa UMT Tangerang Tolak Kebijakan Kampus

Mahasiswa UMT Tangerang Tolak Kebijakan Kampus

Rabu, 18 Januari 2017 | 15:00

TANGERANGNews.com-Puluhan Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) mendemo kampusnya di Kawasan Pendidikan Cikokol, Kota Tangerang, Rabu (18/1/2017). Demo tersebut terkait kebijakan kampus yang memberatkan mahasiswa.

"Kita tidak membutuhkan alasan untuk menolong orang lain"

Anonim