Persita Tumbangkan Persis Solo 3-1 di Manahan, Kunci Tiga Poin Sejak Babak Pertama
Senin, 5 Januari 2026 | 09:37
Persita Tangerang kembali membawa pulang kemenangan dari laga tandang pada pekan ke-16 BRI Super League 2025/2026.
TANGERANG SELATAN-Ketua DPRD Kota Tangerang Selatan (Tangsel) M Ramlie yang juga mantan lurah di Tangsel mengaku sudah menjelaskan kepada Panwaslu jika dirinya tak secara sadar menggunakan kaus Airin-Benyamin.
"Saya karena tak ada kaus lagi di mobil saya pakai itu. Itu juga bukan gambar ya, tapi tulisan. Dan itu saya tanpa sadar," katanya saat dikonfirmasi terkait putusan Panwaslu Kota Tangsel.
Diakuinya dia tak ingin terlalu angkat bicara terkait hal itu. Karena dia belum mendapat informasi lengkap dari Panwaslu Tangsel.
"Tapi hebat juga Panwas kalau benar putusannya begitu. Saya akan cek dulu, saya enggak mau komentar dulu," tuntasnya.
Panwaslu Kota Tangsel akhirnya telah memutuskan atas lima laporan aduan masyarakat yang masuk. Hasilnya, Panwaslu Tangsel merekomendasikan salah satu dari laporan itu bahwa Ketua DPRD Kota Tangsel Mochamad Ramlie perbuatan terlapor tidak etis dan tidak fair karena menggunakan baju incumbent bertuliskan Airin Rachmi Diany-Benyamin Davnie.
“Dari kronologis dan fakta di lapangan maka ada hal yang kita temukan, meski tak ada ajakan perbuatan Ketua Tim Sukses Airin-Benyamin itu tidak fair dan tidak etis, karenanya kami merekomendasikan KPU agar menegur yang bersangkutan,” terang Ketua Panwaslu Kota Tangsel M Taufik MZ, Selasa (15/9).#Pilkada Tangsel 2015
Persita Tangerang kembali membawa pulang kemenangan dari laga tandang pada pekan ke-16 BRI Super League 2025/2026.
TODAY TAGDalam rangka ikut meramaikan liburan akhir tahun, Paramount Gading Serpong menghadirkan berbagai ornamen tematik dan instalasi dekoratif khas Natal yang tersebar di kawasan hunian serta area komersial,
vivo Indonesia resmi menghadirkan vivo V60 Series, sebuah generasi baru smartphone yang dirancang khusus sebagai "holiday kit" terbaik, untuk mengabadikan momen liburan dengan lebih jernih, kreatif, dan bermakna.
Namun, pertanyaan mendasarnya adalah: apakah memusnahkan ribuan botol miras cukup untuk menyelesaikan persoalan? Ataukah langkah ini justru berisiko menjadi rutinitas seremonial tahunan tanpa menyentuh akar masalah?
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews