Meritokrasi Tanpa Jiwa
Senin, 17 Agustus 2026 | 19:33
Peringatan kemerdekaan republik ini sejatinya memanggil kembali janji emansipasi yang paling mendasar, yakni pembebasan nalar manusia dari segala bentuk perhambaan feodal.
TANGERANG SELATAN-KPU Kota Tangsel sedang mengejar penyelesaian pelipatan surat suara untuk Pilkada yang awal Desember akan digelar secara serentak nasional.
Surat suara yang harus dilipat sebanyak 938.245 lembar ditambah dengan cadangan surat suara sebesar 2.000 lembar.
Pantauan di gudang logistik KPU Kota Tangsel yang menyewa bangunan GOR Kecamatan Pondok Aren, pada Rabu (25/11/2015), pelipat yang merupakan warga sekitar masih mengejar target melipat surat suara. Target sementara, Kamis (26/11/2015), surat suara sudah harus selesai dilipat semua.
Salah satu pelipat, Karneti,38, mengaku sudah menyelesaikan satu dus yang berisi 2.000 surat suara. Kini dia sedang menyelesaikan dus kedua dari pukul 08.00 WIB sampai pukul 17.00 WIB.
"Satu lembar dibayar Rp 150 tapi dipotong pajak, jadinya, kalau enggak salah, selembar Rp 125 perak," kata Karneti kepada wartawan, Rabu (25/11/2015).
Ada sekitar 458 dus yang harus diselesaikan oleh pelipat yang berjumlah 200 orang. Mereka ada yang masih anak muda, ibu-ibu, maupun bapak-bapak. Jika dilakukan hitung-hitungan sederhana, maka satu orang bisa menyelesaikan pekerjaannya dua hingga tiga dus.
"Kalau dua dus selesai, bisa dapat Rp 500.000. Misalkan saya sudah selesai semua, mau kerjain dus ketiga, bisa dapat Rp 750.000, lumayan banget, Mas," tutur Karneti.
Menurut Koordinator Distribusi Logistik KPU Kota Tangsel Sam'ani, pelipat dibebaskan mau mulai melipat sejak pukul berapa. Namun, tiap pelipat, wajib menyelesaikan target minimal satu dus yang berisi 2.000 surat suara.
Saat pelipat datang untuk bekerja, diwajibkan mengisi absensi kepada petugas KPU. Setelah selesai pun atau ingin menyelesaikan dus lainnya, pelipat juga harus melapor untuk dicatat dan didata oleh petugas.
Peringatan kemerdekaan republik ini sejatinya memanggil kembali janji emansipasi yang paling mendasar, yakni pembebasan nalar manusia dari segala bentuk perhambaan feodal.
TODAY TAGKematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
Polisi mengamankan seorang pria berinisial CF, 25, yang diduga menjual obat keras daftar G di kawasan Dadap, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang.
Richard Lee menantang Samira Farahnaz alias Doktif untuk hadir dalam sidang kasus dugaan pelanggaran perlindungan konsumen yang menjerat dirinya sebagai terdakwa.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews