Connect With Us

Kemenristek Minta Menkes Tidak Tutup Klinik Kanker Dr Warsito

Rangga Agung Zuliansyah | Senin, 7 Desember 2015 | 21:00

| Dibaca : 9249

Menristek mencoba salah satu alat Dr. Warsito (tangerangnews.com / Rangga A Zuliansyah)

TANGERANG - Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek) Muhammad Nasir mengunjungi Klinik Riset Kanker milik Dr Warsito Purwo Taruno, di Jalan Jalur Sutera, Ruko Kavling Spektra Blok 23 BC No 10-12, Alam Sutera, Kota Tangerang, Senin (7/12).

Kunjungan tersebut terkait adanya rencana Kementerian Kesehatan menutup klinik tersebut lantaran klinik dan alat pembasmi kanker buatannya dinilai menyalahi aturan.

Dalam kunjungannya, Nasir melihat berbagai teknologi pengobatan kanker yang dikembangkan Dr Warsito seperti ruang elektronik, high performance komputer atau super komputer, alat pembasmi kanker Electro-Capacitive Cancer Therapy (ECCT) berupa rompi. Bahkan nasir mejajal brain scanner Electrical Capacitance Volume Tomography (ECVT) berupa helm.

Dari hasil kunjungan tersebut, M Nasir meminta Kemenkes untuk melakukan pendampingan terhadap riset alat pembasmi kanker Dr Warsito untuk skill up bukan malah menutup klinik tersebut.

"Kita harus mendukung teknologi anak Indoneska. Kalau kita lihat, alat Dr Warsito ini teknologi levenya sudah dalam dalam tahap komersialisasi sehingga harus dilakukan skill up atau dilihat dari aspek kemanfaatkan dalam dunia kesehatan. Karena itu Kemenkes melakukan pendampingan," jelasnya.

Menurut Nasir, inovasi ini harus diapresiasi, jangan sampai produk yang dihasilkan anak bangsa ini dimanfaatkan negara lain. Karena itu justru harus difasilitasi supaya manfaatnya juga dirasakan masyarakat Indonesia.

"Kita akan kawal terus dan membicarakan dengan Kementerian Kesehatan supaya riset ini berjalan terus sehingga inovasi ini menjadi yang terbaik," pungkasnya.

Sementara itu, Dr Warsito mengatakan bahwa sangat disayangkan kliniknya ditutup dan ilmu pengetahuannya tidak dikembangkan secara luas oleh pemerintah. Padahal, pihak luar negeri sudah ada yang menawarkan kerja sama.

"Kalau klinik ditutup, tentu kita shock. Tetapi kalau ini terjadi, di luar teknologi ini akan berkembang cepat," jelasnya.

Dia berharap adanya kerjasama dengan Kemenkes dan kalangan medis untuk mengembangkan teknologi tersebut. Pasalnya selama ini komunikasi mereka dengan pihaknya belum berjalan dengan baik.

"Kita ingin agar didampingi bersama dan berharap bisa dijembatani. Kalau ini terjadi akan sangat luar biasa untuk kemanusiaan," jelasnya.

TANGSEL
4 Kader Ansor Tangsel Bertarung Raih Posisi Ketua

4 Kader Ansor Tangsel Bertarung Raih Posisi Ketua

Jumat, 18 Januari 2019 | 17:00

TANGERANGNEWS.com-Pengurus Cabang (PC) Ansor Kota Tangerang Selatan akan menggelar konferensi cabang (Konfercab) ke III di Pondok Pesantren Assa'adah, Komplek Puri Serpong 1, Setu, Tangerang Selatan, Sabtu (19/1/2019) besok.

BISNIS
Gaet Milenial, Pegadaian Buka The Gade Coffee & Gold di Tangerang

Gaet Milenial, Pegadaian Buka The Gade Coffee & Gold di Tangerang

Sabtu, 29 Desember 2018 | 06:40

TANGERANGNEWS.com-PT Pegadaian (Persero) meresmikan The Gade Coffee & Gold di Kota Tangerang. Kedai kopi ke-23 ini merupakan upaya

NASIONAL
Tabrakan di Tol Kedaton, 6 Orang Luka Berat

Tabrakan di Tol Kedaton, 6 Orang Luka Berat

Minggu, 13 Januari 2019 | 17:00

TANGEARNGNEWS.com-Enam orang dikabarkan mengalami luka berat akibat kecelakaan antara Bus Asli Prima dengan truk tronton di Jalan Tol Jakarta-Merak, tepatnya di gerbang tol Kedaton, Cikupa,a Minggu (13/1/2018).

HIBURAN
Sweet Treats, Spot Instagrammable Terbaru di Scientia Square Park Serpong

Sweet Treats, Spot Instagrammable Terbaru di Scientia Square Park Serpong

Sabtu, 5 Januari 2019 | 15:00

TANGERANGNEWS.com-Dikenal sebagai taman edukasi hijau terbuka yang mengedepankan konsep experience di kawasan Summarecon Serpong,

"Tidak pernah ada kata terlambat untuk menjadi seperti apa yang Anda inginkan."

George Elliot