Connect With Us

Pria di Pondok Cabe Tewas di Sofa Bendera Amerika

Denny Bagus Irawan | Kamis, 24 Desember 2015 | 11:27

Bendera Amerika Serikat. (Dira Derby / Tangerangnews)

 

TANGERANG SELATAN-James Poland, pria kelahiran 26 Agustus 1965 ditemukan tewas di kediamannya yang beralamat di Kompleks Perumahan Bukit Modern Hill,  Lembah Pinus RT 01/13 Blok G 6 No. 21, Kelurahan Pondok Cabe Udik,  Pamulang, Kota Tangsel.

Penemuan mayat tersebut terjadi pada Selasa (22/12/2015) sekira pukul 15.00 WIB lalu. Kasubag Humas Polres Tangsel Kompol Mashuri mengatakan, James Poland adalah warga Negara Amerika Serikat. Dirinya ditemukan

ditemukan di ruang tamu dalam posisi duduk di sofa bermotif bendera Amerika  dan memakai  kaus berwarna putih tanpa lengan, celana pendek bergaris Hitam.

“Ketika ditemukan tubuhnya sudah membengkak dilantai dengan ditemukan cairan dekat kaki. Jenazah menginggal dunia diduga karena sakit,” katanya, Kamis (24/12/2015).


Adapun saksi yang telah dimintai keterangannya adalah Kiekid Wiandika dan Aris Sutriadi serta Ade Indra tetangga James.

KAB. TANGERANG
Lahan Pertanian Beralih Jadi Properti dan Industri, Ratusan Warga Demo Kantor Bupati Tangerang

Lahan Pertanian Beralih Jadi Properti dan Industri, Ratusan Warga Demo Kantor Bupati Tangerang

Rabu, 22 April 2026 | 20:27

Kantor Bupati Tangerang di Tigaraksa, Kabupaten Tangerang didatangi ratusan warga yang melakukan aksi demo terkait alih fungsi lahan pertanian di Kecamatan Teluknaga, pada Rabu 22 April 2026. ‎

HIBURAN
Terinspirasi Sosok Ibu, Koleksi “Garis Tangan” Hadir pada Peringatan Hari Kartini di Tangerang

Terinspirasi Sosok Ibu, Koleksi “Garis Tangan” Hadir pada Peringatan Hari Kartini di Tangerang

Rabu, 22 April 2026 | 09:06

Peringatan Hari Kartini dimanfaatkan sebagai momentum untuk menghadirkan karya busana yang mengangkat peran perempuan dalam berbagai aspek kehidupan

OPINI
Mengapa Mengurus Negara Butuh Lebih dari Sekadar Nyali?

Mengapa Mengurus Negara Butuh Lebih dari Sekadar Nyali?

Senin, 20 April 2026 | 19:56

-Belakangan ini, ruang publik kita diwarnai oleh narasi yang cukup mengusik logika akademik: mengurus negara konon tak bisa hanya mengandalkan "ilmu buku".

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill