Connect With Us

Polisi Dalami Dugaan Majikan dan Pembantu Berebut Anak di Bintaro

Dena Perdana | Senin, 14 Maret 2016 | 17:13

| Dibaca : 2883

Dugaan Penculikan. (Istimewa / TangerangNews.com)

 

 

 

 

 

 

TANGERANG SELATAN- Pihak Polres Tangerang Selatan menindaklanjuti informasi tentang adanya anak hilang yang diduga diculik oleh pembantunya sendiri di perumahan Bintaro Sektor 7, Pondok Aren, Tangerang Selatan, Senin (14/3/2016). Informasi itu awalnya beredar di media sosial dengan isi sebagai berikut:

 

Mohon bantuannya, barusan diculik dari rumah di Bintaro Sektor 7. Diculik naik motor oleh Mira (pembantu) dan Taufik (suami Mira). Nama: Kimora (Kimmy). Umur: 2 tahun. Kalau ada yang lihat, mohon kontak saya, Rocky (0811-902-867) atau Bianda (0815-8420-0922). Thanks and please share!

 

Kapolres Tangerang Selatan Ajun Komisaris Besar Ayi Supardan menjelaskan, dari informasi yang dihimpun di lapangan, Kimmy bukan diculik oleh orang bernama Mira dan Taufik. Malahan, Kimmy sebenarnya adalah anak Mira dan Taufik, pembantu serta sopir yang bekerja pada Rocky dan Bianda.

 

"Itu anak pembantunya. Berebutan anak, bukan penculikan. Kalau penculikan, si majikan harusnya berani lapor ke Polres. Tapi, mereka enggak berani. Harusnya datang ke Polres, bukan share di sosmed," kata Ayi saat dihubungi, Senin sore.

 

Sampai saat ini, polisi juga telah mengetahui, bahwa Kimmy sebelumnya diadopsi oleh majikan  sebagai anak mereka. Namun, proses adopsi itu tidak terjadi atau tidak ada. Hal yang terjadi hanyalah pengakuan terhadap anak tersebut.

 

"Makanya kita lebih ke mediasi nanti, juga melindungi anak itu. Kalau mau membuktikan itu anak siapa, bisa cek DNA," tutur Ayi.

 

Polisi masih menunggu kehadiran Mira, Taufik, dan Kimmy untuk menjalankan mediasi di Polres Tangerang Selatan. Rencananya, proses mediasi akan diikuti oleh mereka dan pihak Rocky serta Bianda, selaku majikan Mira dan Taufik.

 

Dari informasi yang dihimpun, tepatnya dari tetangga Rocky dan Bianda, Kimmy memang benar anak Mira dan Taufik. Mira dan Taufik sempat tidak diperbolehkan menemui Kimmy dan tidak diperbolehkan mengajaknya untuk mudik pada Lebaran yang lalu.

 

TOKOH
Patut Dicontoh : Brikpa Wahyudin Polisi Penggerak Literasi di Tangerang

Patut Dicontoh : Brikpa Wahyudin Polisi Penggerak Literasi di Tangerang

Sabtu, 23 September 2017 | 17:00

Patut Dicontoh : Brikpa Wahyudin Polisi Penggerak Literasi di Tangerang

OPINI
Korupsi ''Membunuh'' Manusia

Korupsi ''Membunuh'' Manusia

Jumat, 25 Agustus 2017 | 10:00

Justru yang menakutkan bagi kita adalah, kekhawatiran mewabahnya Madaari di negeri kita. Orang yang marah, punya rencana untuk membalas dendam dengan caranya sendiri. Tentu saja kita tak ingin hal itu terjadi. Akan timbul anarkisme massa yang sulit dibend

NASIONAL
Jazuli Juwaini: Fraksi PKS Harus Terdepan dengan Program yang Menyentuh Rakyat

Jazuli Juwaini: Fraksi PKS Harus Terdepan dengan Program yang Menyentuh Rakyat

Sabtu, 23 September 2017 | 18:00

Jazuli Juwaini: Fraksi PKS Harus Terdepan dengan Program yang Menyentuh Rakyat

"Tidak adanya tindakan melahirkan keyakinan dan keberanian. Jika Anda ingin menaklukan ketakutan, jangan duduk di rumah dan memikirkannya saja. Pergilah keluar dan sibukkan diri Anda."

Dale Carnegie