Connect With Us

Pengembang Cluster Sapphire Residence diduga Serobot Lahan Warga di Tangsel

Rangga Agung Zuliansyah | Jumat, 22 April 2016 | 19:05

Pemilik lahan Bakhtiar, 73 yang lahannya diduga diserobot Pengembang Cluster Sapphire Residence . (Rangga A Zuliansyah / TangerangNews)

 

TANGERANG-Pengembang Cluster Sapphire Residence diduga menyerobot lahan seluas 1050 m2 milik warga yang berlokasi di Komplek Pajak, Jalan Kakatua, Kelurahan Jurangmangu Timur, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangsel. Bahkan lahan tersebut telah dibangun rumah oleh pihak pengembang.

Pemilik lahan Bakhtiar, 73, mengatakan, lahan miliknya tersebut didapat dari Ditjen Pajak pada tahun 1980 saat dirinya masih bekerja di sana. Waktu itu memang Ditjen Pajak berencana membangun perumahan karyawan Ditjen Pajak. Dia diberi lahan seluas 1050 m2 di kavling no A 156.

"Lalu sertifikatnya saya buat tahun1993. Selama ini, lahan itu belum pernah saya  bangun. Dibiarkan kosong saja, sampai sering dipake buat main bola sama warga," katanya, Jumat (22/4/2016).

Kemudian pada 6 April 2016, Bachtiar mendapat kabar dari keluarganya kalau lahan miliknya telah dibangun rumah. Dia pun heran, karena selama ini belum pernah menjal tanah ke siapapun.

"Memang selama ini saya tidak pernah menengok tanah saya, karena saya tinggal di Meruya, Jakarta. Hanya adik saya yang tinggal di sekitar Kavling Pajak, yang kebetulan melihat. Saya dapat kabar darinya," katanya

Akhirnya pensiunan pegawai Ditjen Pajak ini pun datang ke lokasi untuk mempertanyakan penyerobotan lahan miliknya ke pihak pengembang Sapphire Residence. Setelah dilakukan cek sertifikat, diketahui bahwa lahan milik pengembang adalah kavling nomer A155 yang berada di samping kavling Bachtiar, no A156. Meski demikian pihak pengembang bersikeras bahwa mereka membangun di lahan yang benar.

"Kavling itu letaknya sejajar dan nomornya berurutan. Di sebelah kavling saya ada juga kavling no A157. Kalau Pengembang bangun di lahan saya, urutannya jadi setelah no A155 adalah A157, terus no A156 nya kemana? kan aneh," tukasnya.

Dia sudah melaporkan hal ini ke Badan Pertanahan Nasional Tangsel untuk melakukan pengukuran guna menunjukkan tanah milik siapa yang sebenarnya. Namun dua kali rencana pengukuran ini tertunda karena alasan yang tidak jelas.

"Ini terkesan BPN berpihak kepada pengembang, saya capek menunggu dan buang waktu. Padahal ini demi kepastian pemilik lahan tersebut, sehingga tidak terjadi penyerobotan semena-mena," tukasnya.

Bakhtiar mengaku sempat menanyakan izin pembangunan Cluster Sapphire Residence ke pihak RT/RW, Kelurahan hingg BP2T Tangsel. Ternyata tidak ada izin soal pembangunan cluster tersebut. "Ada pelanggaran aturan di sini. Ini harus ditindak," jelasnya.

 

 

TEKNO
Wajib Tahu! 8 Fitur Aplikasi yang Bikin Trading Jadi Lebih Mudah dan Efisien

Wajib Tahu! 8 Fitur Aplikasi yang Bikin Trading Jadi Lebih Mudah dan Efisien

Senin, 26 Januari 2026 | 19:23

Trader kini semakin mengutamakan aplikasi trading yang praktis dan serba terintegrasi. Simak fitur-fitur yang mendukung analisa, efisiensi, dan kenyamanan trading modern.

KAB. TANGERANG
Gegara Krisis Air Bersih, Korban Banjir Kronjo Tangerang Mandi di Irigasi

Gegara Krisis Air Bersih, Korban Banjir Kronjo Tangerang Mandi di Irigasi

Selasa, 27 Januari 2026 | 22:26

Dikarenakan kekurangan air bersih, warga Desa Cirumpak, Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang harus mandi disaluran irigasi Sungai Cimanceuri.

OPINI
Perayaan Imlek di Masjid Istiqlal, Sinkretisme Agama yang Dilarang Islam

Perayaan Imlek di Masjid Istiqlal, Sinkretisme Agama yang Dilarang Islam

Senin, 26 Januari 2026 | 18:51

Suatu ketika kafir Quraish menawarkan kepada Rasulullah Muhammad saw agar Rasulillah Muhammad saw berkenan untuk menyembah sesembahan mereka sehingga merekapun berkenan menyembah Allah Swt, secara bergantian.

MANCANEGARA
WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

Kamis, 8 Januari 2026 | 13:17

Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill