Ubah Limbah Jadi Berkah, Alfamart Hadirkan Mesin Pengumpul Minyak Jelantah di Tangerang
Selasa, 27 Januari 2026 | 23:40
Masalah limbah minyak goreng bekas atau minyak jelantah yang sering kali mencemari lingkungan kini menemukan solusi inovatif.
TANGERANGNews.com-Sesosok mayat berjenis kelamin pria ditemukan di Kampung Ciater 2 RT 02/08, Lengkong Wetan, Kecamatan Serpong, Tangsel pagi tadi.
Saat ini anggota Polsek Serpong, Polres Tangsel dan Polda Metro Jaya masih melakukan olah tempat kejadian perkara di lokasi kejadian.
"Mayat pria yang seperti bekas dibakar, berusia sekitar 30-40 tahun. Saat diperiksa tidak ditemukam identitas pada mayat tersebut," ujar Kapolsek Serpong Kompol Didik Putra Kuncoro, Selasa (26/07/2016).
Didik mengatakan, pria yang mengenakan jeans dan kaus warna putih tersebut diduga korban pembunuhan karena ada bekas luka di muka korban. Adapun ciri lainnya mengenakan kalung perak, bertato Batman di punggung kiri atas dan lengan kanan atas bertato.
Mayat korban ditemukan pertama kali di oleh Nisan warga sekitar yang sedang meneduh.
Menurut keterangan saksi mata di lokasi kejadian, Nisan dirinya saat berteduh di Kebon Pisang melihat daun pohon pisang bekas kebakar.
Kemudian setelah diperiksa, dia melihat ada benda mirip boneka. Ternyata setelah diamati ada mayat dalam keadaan telungkup dan terbungkus kain sarung yang telah terbakar."Saksi lalu melaporkan kejadian tersebut," terangnya.
Masalah limbah minyak goreng bekas atau minyak jelantah yang sering kali mencemari lingkungan kini menemukan solusi inovatif.
TODAY TAGTugu titik nol Kabupaten Tangerang yang sempat menjadi kontroversi lantaran memakan anggaran sebesar Rp2,3 miliar kini sudah mulai beroperasi dan dipergunakan sebagai taman literasi digital untuk masyarakat.
Sinar Mas Land secara resmi membuka gerbang kepemilikan properti tahun 2026 melalui peluncuran program nasional bertajuk Royal Key.
Komisi VII DPR RI memberikan teguran terkait masalah banjir, kemacetan hingga delay penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Kota Tangerang. Masalah klasik ini dinilai dapat menghambat kemajuan pariwisata Indonesia.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews