Connect With Us

Salah Tangkap, Mapolsek Serpong Dikepung Warga

Rangga Agung Zuliansyah | Minggu, 27 November 2016 | 16:58

| Dibaca : 2205

Ilustrasi Penganiayaan (Rangga A Zuliansyah / TangerangNews)

TANGERANGNews.com-Mapolsek Serpong, Tangerang Selatan  dikerumuni segerombolan warga yang menamakan Kerukunan Masyarakat Lampung pada Sabtu (26/11/2016).

Mereka menyerbu Mapolsek Serpong untuk mempertanyakan profesionalisme Polri. Pasalnya kelompok orang ini menyebut bahwa polisi telah melakukan salah tangkap terhadap rekannya bernama Ansori, 24.

Ansori diamankan kepolisian dari Polsek Serpong pada Sabtu (26/4/2016), dini hari. Dia dicokok polisi karena diduga terlibat kasus pengeroyokan terhadap SS di Serpong Plaza.

Ia ditangkap di kediamannya yakni Kampung Warung Mangga, Tangerang. Ansori merupakan sopir angkot jurusan Tangerang - Serpong yang dicurigai mengeroyok rekan seprofesinya.

"Kami datang ke Polsek Serpong untuk mengkonfirmasi informasi tersebut. Setelah bertemu dengan Kapolsek, Wakapolsek dan Kanitreskrim, disepakati terjadi adanya kekeliruan," ujar Efendi Rasyid, SH Ketua Kerukukan Masyarakat Lampung Tangerang Raya (Kemala) pada Sabtu (26/11/2016).

Akibat salah tangkap, Ansori yang dikabarkan sempat digetok gagang pistol di kepalanya akhirnya dilepaskan. Kendati demikian, Efendi mengaku belum memikirkan apakah akan melanjutkan perkara tersebut ke Divisi Propam Polda Metro Jaya. 

"Memang benar kepala adik kami Ansori digetok pistol. Semua sudah direspon baik oleh Kapolsek, kita fokus untuk membawa pulang adik kita ini dulu," ucapnya.

Sementara itu, Kapolsek Serpong Kompol Didik Kuncoro Putro menjelaskan anggotanya telah bekerja sesuai prosedur. Pihaknya melakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap terduga pelaku setelah korban berinisial SS membuat laporan.

"Kami bekerja berdasarkan laporan. Proses itu dilakukan sesuai prosedur. Karena kurangnya alat bukti, maka kami membebaskan terduga pelaku," kata Didik sembari menambahkan pihaknya masih berupaya mengungkap perkara tersebut.

Didik mengungkapkan, peristiwa pengeroyokan terhadap SS yang berujung salah tangkap itu terjadi di Serpong Plaza pada 10 November lalu. Berdasarkan keterangannya, korban mengaku mengenali pelaku pemukulan. 

"Keterangannya korban mengarah ke orang yang kami duga pelaku. Makanya orang tersebut diamankan untuk dimintai keterangan," paparnya.

 

 

MANCANEGARA
7 Makanan Daging Hewan sadis di Dunia

7 Makanan Daging Hewan sadis di Dunia

Senin, 28 November 2016 | 19:00

Sebab, cara penyajian gurita hidup tersebut dianggap kejam. Sebenarnya bukan hanya gurita hidup, beberapa restoran dunia juga terkenal dengan penyajian hidangan yang anti-mainstream dan kontroversial. Berikut tujuh cara penyajian hidangan yang dianggap ke

PROPERTI
Rangkul UKM, Dua Factory Outlet Terbesar Buka di QBig BSD

Rangkul UKM, Dua Factory Outlet Terbesar Buka di QBig BSD

Jumat, 3 Februari 2017 | 16:00

TANGERANGNews.com-Dua factory outlet terbaru besar dan terbesar di Qbig BSD City, Tangsel, yakni Factory outlet tersebut adalah Truly premiun Outlet (TPO) dan FAMOGAL (Fashionable Moslem Gallery, mulai dibuka.

TANGSEL
Rizka Febriani Gadis 4 Tahun Warga Serpong Terserang Kanker Mata

Rizka Febriani Gadis 4 Tahun Warga Serpong Terserang Kanker Mata

Rabu, 29 Maret 2017 | 16:00

TANGERANGNEWS.com- Rizka Febriani , gadis kecil berusia empat tahun warga RT 04/04 Kelurahan Rawabuntu Serpong terserang penyakit kanker mata yang kini semakin membesar terus menggerogoti. Dia didiagnosa terserang kanker ganas.

AYO! TANGERANG CERDAS
Mau jadi programer Handal, daftar ke Purwadhika sekarang

Mau jadi programer Handal, daftar ke Purwadhika sekarang

Jumat, 17 Maret 2017 | 14:00

"Dengan adanya Purwadhika, mereka bisa memperkuat ekosistem smart digital city. Sekolah dibidang digital, belum lulus pun sudah dapat menghasilkan ratusan juta rupiah. Karena sudah pasti banyak proyek-proyek besar, apalagi sudah lulus bisa triliunan," kat

"Ketika satu pintu tertutup, pintu-pintu lainnya terbuka, tetapi kita sering terlalu lama menatap dan menyesali pintu yang tertutup itu, sehingga kita tidak melihat pintu yang terbuka untuk kita."

Alexander Graham Bell