Connect With Us

'Biarin Saja yang korupsi Ibunya, Anaknya enggak'

Denny Bagus Irawan | Selasa, 13 Desember 2016 | 16:00

| Dibaca : 15484

Dalam rangka memperingati hari anti korupsi internasional, Tangerang Public Transparency Wacth (Truth) dan Indonesia Corruption Wacth (ICW) bersama dengan pemuda Muhammadiyah dan perkumpulan untuk pemilu dan demokrasi (Perludem) menggelar diskusi publik t (@TangerangNews.com 2016 / Raden Bagus Irawan)

TANGERANGNews.com-Dalam rangka memperingati hari anti korupsi internasional, Tangerang Public Transparency Wacth (Truth) dan Indonesia Corruption Wacth (ICW) bersama dengan pemuda Muhammadiyah dan perkumpulan untuk pemilu dan demokrasi (Perludem) menggelar diskusi publik tentang kesadaran masyarakat akan bahaya korupsi.

Tema yang bertajuk ‘Rekonstruksi Kesadaran Masyarakat  akan Bahaya Korupsi dan Pentingnya dalam Partisipasi Memberantas Korupsi’ itu digelar di Saung Serpong , Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Mereka menginginkan tempat ibadah menggelar gerakan anti korupsi dengan menekankan bagaimana bahaya korupsi. Sebab, ada pemahaman yang aneh pada masyarakat, terutama di Banten, yang korupsi disambut bak pahlawan.

“Sudah keluarganya dipastikan kena korupsi, masyarakatnya tetap tidak peduli. Persoalannya, masyarakat kita ini tidak sadar kalau keluarga ini korupsi dari mana,” ujar Virgo Suwandhi, Ketua Bidang Hukum  Pemuda Muhammadiyah, Selasa (13/12/2106).  

Masyarakat di Banten, kata dia,  merasa korupsi tidak dekat dengan lingkungan mereka. Mereka mikirnya kalau ada yang tertangkap karena korupsi itu cenderung politis.

“Padahal Nabi saja sampai enggan mensalatkan seseorang yang kedapatan korupsi,” ujar Virgo

Sementara itu, Beno Novit Meang Koordinator Truth mengatakan, dia setuju agar kejahatan korupsi bisa disampaikan dari masjid ke masjid.  Sebab, masyarakat dijejali pemahaman korupsi yang salah.

“Bagaimana tidak, ada keluarga korupsi yang ibunya sudah terbukti korupsi. Eh, anaknya maju dengan alasan akan memberbaiki nama baik ibunya. Biarin saja, kata mereka, yang korupsi kan ibunya, anaknya enggak,” ujar Beno.

Jelas pemahaman seperti itu, kata Beno,  harus diperbaiki. Masyarakat harus sadar, korupsi itu dibayar cash dan tunai. “Contoh saja, sudah berapa bayi yang meninggal, sudah berapa pasien yang tewas di RSUD Kota Tangsel. Karena alat mereka tidak mendukung. Kenapa enggak mendukung, karena dikorupsi Wawan, Wawan siapa? Suaminya Wali Kota Tangsel Airin,” jelasnya.

Padahal , menurut Beno, satu-satu hak milik masyarakat  adalah penyelenggaraan Pilkada.  Tapi,  kebanyakan dipakai dengan cara yang salah. “Ini kamu sehat ? massa kita enggak kasih vonis kepada mereka yang korupsi, “ terangnya.

TEKNO
Tren Chatbot, BBM Siap Luncurkan Tahun Ini

Tren Chatbot, BBM Siap Luncurkan Tahun Ini

Kamis, 12 Januari 2017 | 11:00

Ia percaya bahwa bot akan mendorong kemajuan besar di dunia teknologi pada tahun ini. Kondisi ini juga didukung oleh keberadaan aplikasi olah pesan yang membuat orang menghabiskan sebagian besar waktunya di ponsel mereka.

BISNIS
Toilet Premium di Supermal Karawaci Tangerang Naik

Toilet Premium di Supermal Karawaci Tangerang Naik

Kamis, 23 Februari 2017 | 21:00

TANGERANGNews.com-Tarif toilet Premium di Supermal Karawaci Tangerang sejak 14 Februari 2017 telah naik dari Rp5.000 menjadi Rp7.500. Ya, bagi anda yang belum tahu, pengelola pusat perbelanjaan tersebut sejak satu tahun lalu telah melengkapi fasilitas den

AYO! TANGERANG CERDAS
Sinarmas World Academy Rayakan Imlek dan Festival Kebudayaan Tiongkok

Sinarmas World Academy Rayakan Imlek dan Festival Kebudayaan Tiongkok

Rabu, 15 Februari 2017 | 09:00

TANGERANGNews.com-Siswa-siswi Sinarmas World Academy (SWA) mulai dari jenjang TK sampai SMA memeriahkan perayaan Imlek di sekolah pada hari Sabtu 11 Februari 2017 dengan menunjukkan kebolehan mereka di dalam penampilan gabungan akan gerak tari dan lagu.

"Pendidikan tidak mempersiapkan Anda untuk hidup. Pendidikan adalah bagian yang terus berkelanjutan sepanjang hidup !"

James Gwee