Connect With Us

Hujan Es di Tangerang Diprediksi Hingga Akhir Bulan Maret

Denny Bagus Irawan | Senin, 16 Maret 2009 | 09:59

Hujan es batu (Istimewa / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com-Kepala Bidang Pelayanan dan Jasa Balai Besar Badan Metereologi dan Geofisika (BMG) Ciputat Abdul Tohir mengatakan, hujan lebat hingga menggumpal seperti es akan terjadi hingga akhir Maret ini.

Dia mengatakan, saat ini telah terjadi perbedaan suhu lapisan didalam awan dan luar awan sehingga hujan yang turun tidak cair, tetapi berbentuk gumpalan es.

pohon

Namun hujan es ini tidak merata di seluruh Tangerang.  Hujan es masih mendominasi Tangerang bagian selatan dengan frekuensi curan hujan yang cukup besar, yakni 50 milimeter dalam waktu dua jam.

"Warga harus mewaspadai bila siang hari terjadi panas, karena biasanya sore hari bergumpal awan hitam yang dilanjutkan dengan turunnya hujan disertai angin kencang," jelasnya.

 

Pohon-pohon besar yang sudah berusia tua harus ditebang, karena dapat membahayakan pengguna jalan yang melintas. "Sebab daya terjang angin mencapai radius 5-6 kilometer sehingga membahayakan saat kecepatan angin melintas," tandasnya. (DENNY BAGOES IRAWAN)

AYO! TANGERANG CERDAS
Jalur Mutasi SPMB SMP Kota Tangerang Dibuka Besok

Jalur Mutasi SPMB SMP Kota Tangerang Dibuka Besok

Senin, 29 Juni 2026 | 19:00

Proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMP Negeri Tahun Ajaran 2026/2027 masih berlangsung.

HIBURAN
3 Festival Ini Digelar di Kota Tangerang Sepanjang Juli 2026

3 Festival Ini Digelar di Kota Tangerang Sepanjang Juli 2026

Jumat, 3 Juli 2026 | 16:36

Bulan Juli 2026, Kota Tangerang akan diramaikan dengan tiga event akbar yakni Festival Cisadane, Festival Kali Sabi, dan Halal Fest 2.

KAB. TANGERANG
Belum Padam, 192 Warga Terdampak Kebakaran TPA Jatiwaringin Masih Tinggal di Pengungsian

Belum Padam, 192 Warga Terdampak Kebakaran TPA Jatiwaringin Masih Tinggal di Pengungsian

Selasa, 7 Juli 2026 | 14:06

Kebakaran Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sampah Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, yang sudah berlangsung selama delapan hari masih belum padam.

OPINI
Melawan Patrimonialisme dalam Gerakan Muhammadiyah, Sebuah Otokritik

Melawan Patrimonialisme dalam Gerakan Muhammadiyah, Sebuah Otokritik

Sabtu, 4 Juli 2026 | 22:29

Dalam khazanah sosiologi organisasi, Muhammadiyah sedianya merupakan antitesis bagi tradisi patrimonial. Persyarikatan ini berdiri di atas fondasi otoritas legal-rasional, di mana legitimasi kepemimpinan berakar pada kompetensi dan kaderisasi

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill