Connect With Us

Garis Polisi Masih Terpasang di Rumah Teroris Tangsel

Ray | Kamis, 22 Desember 2016 | 14:00

| Dibaca : 395

Petugas kepolisian saat berada di kediaman terduga teroris di Tangsel. (@TangerangNews.com 2016 / Ray)


TANGERANGNews.com
-Hingga siang ini, Kamis (22/12/2016), ketiga rumah kontrakan yang dihuni terduga teroris di wilayah Kota Tangsel masih terpasang garis polisi.

Ketiga rumah tersebut diantaranya yakni dua kontrakan di Kampung Curug, Kelurahan Babakan, Kecamatan Setu dan satu lagi di Rawa Mekar Jaya, Kecamatan Serpong.

Tampak di sebuah kontrakan yang ada di Babakan, terlihat masih ada ceceran dafah yang terdapat dilantai teras bagian depan. Selain itu juga terdapat tembok yang bolong akibat aksi baku tembak yang dilakukan tim Densus 88.

Wahtusan, salah seorang saksi mata mengatakan, ketika penggerebekan berlangsung dirinya bersama keluarganya sempat diungsikan oleh Densus 88.

"Saya mendengar suara letusan tembakan. Setelah kita dievakuasi," katanya.

Sementara itu, meski garis polisi masih terpasang. Namun, lokasi sudah terlihat sepi. Warga dan polisi sudah tidak tampak.

MANCANEGARA
7 Makanan Daging Hewan sadis di Dunia

7 Makanan Daging Hewan sadis di Dunia

Senin, 28 November 2016 | 19:00

Sebab, cara penyajian gurita hidup tersebut dianggap kejam. Sebenarnya bukan hanya gurita hidup, beberapa restoran dunia juga terkenal dengan penyajian hidangan yang anti-mainstream dan kontroversial. Berikut tujuh cara penyajian hidangan yang dianggap ke

TOKOH
Ketua Fraksi PKS : Kebhinnekaan Adalah Fitrah Bangsa Indonesia

Ketua Fraksi PKS : Kebhinnekaan Adalah Fitrah Bangsa Indonesia

Senin, 17 April 2017 | 11:00

TANGERANGNEWS.com- Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini menegaskan, pentingnya menjaga kebhinnekaan dalam Republik Indonesia tercinta.

OPINI
Tanpa Perempuan Generasi Bangsa Terhambat

Tanpa Perempuan Generasi Bangsa Terhambat

Rabu, 8 Maret 2017 | 07:00

Perempuan bukan hanya sekedar pelampiasan hasrat semata, tapi juga sebagai gerbang peradaban, yang sering kali menjadi korban kekuatan patriakhi. Pada beberapa hal, perempuan sering menjadi objek eksploitasi, baik dalam rumah tangga, kantor, pabrik, jalan

"Jangan pernah ragu dengan potensi yang ada dalam diri kita. Cobalah lihat kupu-kupu, seandainya saja dia memiliki keraguan, maka dia akan hidup dan mati sebagai seekor ulat bulu yang hanya bisa merangkak."

Larispique Philidor