Connect With Us

Korban Gusuran Tol Serpong-Cinere Ngadu ke Kemen PU

Ray | Jumat, 23 Desember 2016 | 15:00

| Dibaca : 848

Warga yang mengadu ke KemenPU. (@TangerangNews.com 2016 / Ray)

TANGERANGNews.com-Korban gusuran Tol Serpong-Cinere yang kebanyakan adalah warga Griya Azzahra, Serua Indah, Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengadukan nasib mereka dengan mendatangi kantor pantia pembebasan lahan tol, Kementerian Pekerjaan umum (Kemen PU) di Giriloka 2, BSD, Serpong.

 

Mereka kecewa dengan hasil penilaian dari tim appraisal yang dinilai jauh dari harapan. Untuk itu, warga mendesak panitia untuk kembali meninjau harga dengan melakukan appraisal ulang.

 

"Karena nilai ganti rugi yang ditawarkan sangat jauh dari perkiraan. Bahkan untuk kembali membeli rumah dengan luas dan akses yang sama seperti sekarang pun enggak cukup," ungkap salah seorang warga, Maryati Jumat (23/12).

 

Sunaryo warga lainnya juga mengaku keberatan dengan hasil appraisal dimana ada beberapa item miliknya,  seperti ganti rugi solatium  yang berbeda jauh dengan lainnya.

 

"Karena ada item yang tidak sesuai maka nilainya pun menjadi murah.  Rumah saya 90 meter di komplek dengan akses bagus begini,  cuma dihargai Rp600 juta," ketusnya.

Menanggapi hal ini, Ketua Tim pembebasan ahan Tol Serpong-Cinere, Prabandityo menyatakan, tidak akan melakukan appraisal ulang. Menurutnya seluruhnya sudah dilakukan sesuai dengan petunjuk teknis penilaian pengadaan tanah bagi pembangunan untuk kepentingan umum. 

"Semua sudah sesuai dengan aturan yang berlaku. Harga yang diberikan sudah yang tertinggi," katanya.

Prabandityo menambahkan jika memang warga yang terkena gusur keberatan dengan nilai yang diberikan bisa mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri."Jika tidak setuju warga bisa ajukan gugatan ke pengadilan," tandasnya.

SPORT
Lebih Baik Olahraga di Pagi Hari Atau Sore?

Lebih Baik Olahraga di Pagi Hari Atau Sore?

Kamis, 12 Januari 2017 | 10:04

Sebenarnya, lebih efektif mana melakukan olahraga pagi atau olahraga sore?

OPINI
Jangan Lagi Ada Penelantaran Anak, Negara Harus Jadi Soko Guru Ketahanan Keluarga!

Jangan Lagi Ada Penelantaran Anak, Negara Harus Jadi Soko Guru Ketahanan Keluarga!

Minggu, 15 Januari 2017 | 09:00

Baik dan buruk bangsa dimasa depan ditentukan oleh kualitas anak-anak dimasa sekarang karena anak adalah pemegang estafet kepemimpinan suatu bangsa dimasa mendatang yang akan menjadi aset yang tak ternilai harganya.

"Kita tidak membutuhkan alasan untuk menolong orang lain"

Anonim