Mengapa Mengurus Negara Butuh Lebih dari Sekadar Nyali?
Senin, 20 April 2026 | 19:56
-Belakangan ini, ruang publik kita diwarnai oleh narasi yang cukup mengusik logika akademik: mengurus negara konon tak bisa hanya mengandalkan "ilmu buku".
TANGERANGNews.com-Perombakan jabatan atau pemindahan jabatan yang terjadi di Kota Tangsel menimbulkan kegaduhan. Usai Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany melakukan mutasi terhadap 159 pejabat, Kemal Mustafa pria yang menjabat Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Tangsel itu berteriak agar wartawan membaca sebundel tabloid bernama Tabloid Ciduk.
"Hey wartawan, baca tuh wartawan! Ambil-ambil," ucapnya seraya menunjukan tabloid yang isinya terdapat tulisan tentang adanya dugaan korupsi secara masif di semua dinas yang ada di Kota Tangsel, Selasa (10/1/2017).
Informasi yang TangerangNews.com dapat, Kemal tidak canggung dengan adanya Airin dan Wakil Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie yang kebetulan sedang bersama wartawan. Dia meminta wartawan membaca isi berita itu dengan keras. Peristiwa itu di depan lift lantai 4.
Tak lama kemudian, pria berkumis itu masuk ke dalam lift yang juga dimasuki Benyamin Davnie. Aksi Kemal pun tak berhenti, di dalam lift persis di depan Benyamin Davnie, dia juga masih meminta agar wartawan yang ada di dalam lift membacanya. "Baca Ya, Baca Tuh," ujarnya.
Ketika wartawan membacanya, pemberitakan di tabloid itu berisi sejumlah dugaan korupsi yang masif terjadi di hampir seluruh dinas di Kota Tangsel. Kesal dengan prilaku Kemal, Benyamin Davnie kemudian keluar dari lift sambil mendorong keluar tubuh Kemal.
Setelah itu barulah sejumlah PNS lain pun seperti mendapat komando, langsung membentak Kemal dan memintanya keluar. Benyamin sendiri ketika ditanya wartawan mengatakan, penyebab Kemal marah diduga karena perombokan yang dilakukan Airin.
"Ya karena terkait mutasi," ujarnya.
-Belakangan ini, ruang publik kita diwarnai oleh narasi yang cukup mengusik logika akademik: mengurus negara konon tak bisa hanya mengandalkan "ilmu buku".
TODAY TAGBisnis minuman teh kekinian Menantea yang didirikan oleh Jerome Polin pada 2021, lalu, resmi menghentikan seluruh operasional gerainya pada 25 April 2026, setelah berjalan selama kurang lebih lima tahun.
Peringatan Hari Kartini tahun 2026 menjadi momentum spesial bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang.
Presiden Prabowo Subianto mengingatkan situasi geopolitik dunia yang memanas, terutama konflik di kawasan Timur Tengah, berpotensi menimbulkan dampak bagi berbagai sektor di Indonesia.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews