Connect With Us

Lihat Mayat di Rel Kereta, Masinis Laporkan ke Polres Tangsel

Abels | Senin, 27 Februari 2017 | 08:00

Seorang bocah berusia 11 tahun ditabrak kereta hingga tewas ditempat. (@tangerangnews 2017 / Humas Polres Kota Tangsel)


TANGERANGNews.com-Warga Kampung Cilalung RT 4/5 Kelurahan Jombang Kecamatan Ciputat, Kota Tangsel dikejutkan dengan peristiwa tewasnya seoang bocah berusia 11 tahun yang tersambar kereta api, Minggu (26/2/2016).

Bocah bernama Rama (11) tersebut diketahui merupakan   warga Perumahan Villa Mutiara, Kelurahan Sawah Baru, Kecamatan Ciputat, Kota Tangsel.

"Informasi awal dari Masinis Kereta. Mereka melaporkan kepada kami bahwa ada anak yang tertabrak kereta di daerah Cilalung. Petugas yang sedang piket langsung meluncur ke lokasi, dan benar saja. Warga sudah ramai di lokasi," ujar Kasubag Humas Polres Kota Tangsel AKP Mansuri,Senin (27/2/2017).

Korban diketahui saat tewas mengenakan kaus berwarna kuning dengan celana pendek abu-abu. Terdapat luka disekujur tubuhnya, seperti kepala, kaki bagian mata kaki dan kaki patah serta ditangannya terdapat luka gores. "Peristiwa itu dilaporkan pada kemarin sore sekitar pukul 16.00 WIB," ujar Mansuri.

TEKNO
Siklus 4 Tahun Bitcoin Berakhir? Tiga Analisis Teknikal Ini Beri Gambaran

Siklus 4 Tahun Bitcoin Berakhir? Tiga Analisis Teknikal Ini Beri Gambaran

Kamis, 2 Juli 2026 | 13:28

Pergerakan harga Bitcoin kembali menjadi perhatian setelah sejumlah analis menemukan sinyal teknikal yang dinilai cukup menjanjikan.

HIBURAN
3 Festival Ini Digelar di Kota Tangerang Sepanjang Juli 2026

3 Festival Ini Digelar di Kota Tangerang Sepanjang Juli 2026

Jumat, 3 Juli 2026 | 16:36

Bulan Juli 2026, Kota Tangerang akan diramaikan dengan tiga event akbar yakni Festival Cisadane, Festival Kali Sabi, dan Halal Fest 2.

OPINI
Melawan Patrimonialisme dalam Gerakan Muhammadiyah, Sebuah Otokritik

Melawan Patrimonialisme dalam Gerakan Muhammadiyah, Sebuah Otokritik

Sabtu, 4 Juli 2026 | 22:29

Dalam khazanah sosiologi organisasi, Muhammadiyah sedianya merupakan antitesis bagi tradisi patrimonial. Persyarikatan ini berdiri di atas fondasi otoritas legal-rasional, di mana legitimasi kepemimpinan berakar pada kompetensi dan kaderisasi

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill