Connect With Us

Kadin Banten Sahkan Careteker Tangsel, Kemal Pasya Minta Maaf

Denny Bagus Irawan | Kamis, 2 Maret 2017 | 19:25

Kadin Banten Sahkan Careteker Tangsel, Kemal Pasya Minta Maaf (Tangerangnews / Denny Bagoes Irawan)

TANGERANGNews-Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Banten mengeluarkan surat Keputusan Skep/001/DP/Kadin-Banten/II/2017 tentang pengesahan dan pengukuhan personalia kepengurusan sementara (careteker) untuk Kadin Kota Tangerang Selatan (Tangsel) pada 28 Februari 2017. 

 

Dalam surat yang memuat tujuh nama yang ditunjuk untuk menjadi careteker dilengkapi tandatangan Ketua Umum Kadin Banten H Mulyadi Jayabaya itu diketahui. Poin dasar dari Kemal Pasya Ketua Kadin Tangsel diberhentikan, karena massa Bhakti  kepengurusan Kemal yang sudah habis. Sebab, massa bhakti kepengurusan Kemal mulai 2011 dan berakhir sampai 2016. 

 

 Dalam surat keputusan itu pun tertuang, seharusnya berdasarkan Keputusan  AD/ART Kadin Pasal 25 ayat 2, Kemal diduga melanggar sebab seharusnya. Dua bulan sebelum massa berakhir dan sesudah massa berakhir . Kemal wajib menggelar Musyawarah Kota (Muskot). Agus R Wisas , Wakil Ketua 1 Bidang Organisasi Kadin Banten, menyampaikan, tidak ada persoalan dengan pemberhentian Kemal. "Karena waktu yang sudah habis saja. Tidak ada persoalan lain selain soal waktu. Jadi, Kadin Banten menunjuk carateter untuk melaksanakan satu agenda, yaitu Muskot. Pak Adang ini sebagai ketua careteker. Dalam susunan careteker kita libatkan dari unsur Provinsi dan Kota Tangsel," tutur Agus saat menggelar Konprensi Pers di Alam Sutera, Kota Tangsel, Kamis (2/3/2017). 

 

Adang Iskandar memang berdasarkan surat keputusan itu menjadi Ketua Careteker. Sekretaris ditunjuk H Akhmad Jajuli, Abdurahman anggota, Sigar Silitonga anggota, Noordin Sukarno anggota, Frietz Hendarmin anggota, Harun Alrasid anggota. Mereka bertujuh diminta melaksanakan Muskot dengan batas waktu dua bulan sejak saat ini. 

 

"Kami targetkan memang akan digelar pada Mei 2017. Saya akan bergerak langsung untuk berkoordinasi dengan semua kalangan, termasuk pengurus lama dan Pemda. Tapi memang sampai saat ini calon-calon ketua sampai saat ini masih malu-malu. Dan PR dari pengurus lama akan kita inventaris terlebih dahulu," tuturnya. Dia juga mengakui pemberhentian Kemal memang ramai menjadi isu. "Tapi biasa itu karena ada orang ingin mencalonkan," jelasnya.

 

Kemal Pasya sendiri menyatakan, dirinya sangat berterima kasih banyak atas kritikan dan masukan yang disampaikan selama ini kepada dirinya. "Saya anggap ini dinamisasi dari organisasi. Saya memohon maaf kalau selama ini ada salah saat memimpin," ujarnya.Sedangkan Duano Aljier salah seorang mantan pengurus Kadin Tangsel berharap, kedepan Visi Misi agar lebih dipertajam. "Agar tidak lagi hanya mengandalkan APBD saja," tuturnya.

 

Harapan kedepan Ketua Kadin Tangsel harus bisa memiliki kantor tetap. "Aneh saja isinya Pengusaha semua, tapi kok untuk kantor saja ngontrak. Kan bisa komunikasi dengan Pemda," kata Ali Gozali   Seorang pengusaha Tangsel yang salah satu perusahaannya menjadi anggota Kadin Tangsel.

 

BANDARA
Musim Haji 2026, Garuda Indonesia Siagakan 15 Pesawat Jumbo dan Layanan Khusus Lansia

Musim Haji 2026, Garuda Indonesia Siagakan 15 Pesawat Jumbo dan Layanan Khusus Lansia

Rabu, 15 April 2026 | 21:10

Menjelang musim haji 1447 H/2026 M, maskapai Garuda Indonesia menyatakan kesiapan penuh untuk menerbangkan lebih dari 100 ribu jemaah ke Tanah Suci.

WISATA
Cobain Gudeg Mercon Bu Prih di Hampton Square Pedasnya Bikin Nagih

Cobain Gudeg Mercon Bu Prih di Hampton Square Pedasnya Bikin Nagih

Jumat, 17 April 2026 | 09:48

Siang kemarin, Kamis 16 April 2026, TangerangNews bersama para wartawan lainnya mencoba kulineran ke Hampton Square di kawasan Gading Serpong. Cuaca di luar terasa memang panas, begitu masuk ke salah satu tenant Gudeg Mercon Bu Prih

BANTEN
Campak pada Anak Jangan Dianggap Sepele, Ini Gejala Risiko dan Cara Mencegahnya

Campak pada Anak Jangan Dianggap Sepele, Ini Gejala Risiko dan Cara Mencegahnya

Jumat, 17 April 2026 | 07:26

Campak masih menjadi ancaman kesehatan yang perlu mendapat perhatian serius, khususnya pada anak-anak.

KAB. TANGERANG
Habiskan Rp13 Miliar, Begini Potret Hasil Penataan Rumah Nelayan Mauk yang Dulunya Kumuh

Habiskan Rp13 Miliar, Begini Potret Hasil Penataan Rumah Nelayan Mauk yang Dulunya Kumuh

Jumat, 17 April 2026 | 08:00

Kampung nelayan di Tanjung Anom, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, yang dulunya kumuh berubah drastis menjadi permukiman asri dan nyaman.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill