Connect With Us

PNS Tangsel Sudah Tahu Akan Banyak Yang Bantu Airin

Denny Bagus Irawan | Selasa, 14 Maret 2017 | 16:04

| Dibaca : 2165

Spanduk Kecam Kemal marak bermunculan di sekitar Pemkot Tangsel, Selasa (14/03/2017). Kemal dalam laman YouTube-nya membicarakan tentang proses penembakan pejabat yang tak fair, bahkan bicara soal korupsi yang ditutupi selama ini oleh Airin Rachmi Diany s (Tangerangnews / Denny Bagus Irawan)

TANGERANGNews.com-Seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkup Pemkot Tangerang Selatan (Tangsel) Kemal MS yang membuat video di channel Youtube terkait carut marutnya sistem mutasi siap hadapi rentetan laporan anak buah Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany. 

"Seharusnya mereka buka-bukaan, bukan malah menutupi. Saya sudah tahu akan banyak yang seperti ini (laporan ke polisi)," terang Kemal, Selasa (14/3/2017). 

Kemal yang merupakan pejabat eselon III ini blak - blakan ke khalayak publik. Ia bahkan menulis surat terbuka untuk Presiden Joko Widodo yang diunggahnya ke Youtube.

"Saya punya bukti kok, sudah disiapkan bukti - bukti yang ada. Tahun kemarin juga sudah saya laporkan ke KPK (Komisi Pemeriksaan Korupsi)," ujar Kemal. 

Apa motif Kemal mengunggah video itu? 

"Motifnya ya biar pemerintahan Tangsel menjadi lebih baik lagi, jangan ada yang menyimpang lagi," kata Kemal.

Apakah Kemal merasa dirugikan atas sanksi dari Airin. 

"Saya dilaporin polisi silahkan saja, di-non jobkan boleh - boleh saja. Ya itu sudah konsekuensi, tapi saya sudah siapkan bukti - buktinya, jadinya ini memang bukan fitnah," paparnya. 

Kemal pun memang dicopot dari jabatannya sebagai Kepala Bidang (Kabid) Penanganan Bencana di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tangsel. 

Hal itu dikarenakan dia mengunggah Video berjudul 'Surat terbuka untuk Bapak Presiden Ir H Joko Widodo dari Ir Kemal MS’, Sejak diunggah 7 Maret lalu, video ini berhasil menarik perhatian sebanyak 6.291 orang untuk menontonnya.

Dalam video berdurasi 7:24 menit itu, Kemal masih mengenakan seragam PNS. Dia merekam dirinya saat membaca surat pernyataan kekecewaat atas carut marutnya mutasi dan rotasi di Tangsel yang dianggap tak profesional.

Selain itu, proses seleksi tidak sesuai dengan jenjang pendidikan, sampai adanya dugaan pejabat PNS lain tersandung hukum namun masih dipertahankan. "KASN juga sudah tahu kok," ujarnya. 

Saat ditanya soal adanya bentangan spanduk yang menolak keras pernyataan dirinya. 

Kemal pun tahu akan ada reaksi besar memusuhinya, karena hal itu adalah fakta sehingga dapat mengganggu semua yang berkepentingan atas perbuatan negatif.

"Pasti akan muncul seperti itu. Saya berhadapan dengan siapa, tahu sendiri," ujarnya. 

Sementara itu, Wakil Wali Kota  Tangsel Banyamin Davnie membantah tudingan Kemal. 

"Memang ada yang tidak sesuai bidang. Banyak pertimbangan, karena kalau harus sesuai ijazah kita tidak ada orang. Tapi kita lihat kemampuan, kepemimpinannya, moralitasnya, disiplinnya, integritasnya dan juga rekam jejak yang bersangkutan," tutur Benyamin.

TOKOH
SOSOK : IPDA Edy Arianto, Kapospol Tanpa Cacat

SOSOK : IPDA Edy Arianto, Kapospol Tanpa Cacat

Rabu, 26 April 2017 | 13:00

TANGERANGNews.com- Disela kesibukanya dalam mengemban amanah sebagai anggota Polri. Ipda Edy Arianto tanpa henti tetap memperhatikan kebersihan lingkungan yang ada di sekitarnya.

MANCANEGARA
7 Makanan Daging Hewan sadis di Dunia

7 Makanan Daging Hewan sadis di Dunia

Senin, 28 November 2016 | 19:00

Sebab, cara penyajian gurita hidup tersebut dianggap kejam. Sebenarnya bukan hanya gurita hidup, beberapa restoran dunia juga terkenal dengan penyajian hidangan yang anti-mainstream dan kontroversial. Berikut tujuh cara penyajian hidangan yang dianggap ke

BANTEN
Catat! Pendaftaran Liga Santri Banten 16-31 Juli 2017

Catat! Pendaftaran Liga Santri Banten 16-31 Juli 2017

Minggu, 16 Juli 2017 | 21:00

TANGERANGNEWS.com-Panitia Liga Santri (LSN) region Banten secara resmi telah membuka pendaftaran peserta liga antar santri dari berbagai pondok pesantren di Banten.

"Tidak ada yang bisa menghentikan orang dengan sikap mental yang tepat untuk mencapai impiannya, tetapi tidak ada di bumi ini yang dapat membantu orang dengan sikap mental yang keliru."

Thomas Jefferson