Connect With Us

Purwadhika Startup & Coding School hadir di BSD

Rangga Agung Zuliansyah | Kamis, 16 Maret 2017 | 15:00

| Dibaca : 1711

Purwadhika Startup & Coding School hadir di GOP 9, BSD Green Office Park, Serpong, Tangsel. (@tangerangnews 2017 / Rangga A Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.COM-Purwadhika Startup & Coding School hadir di GOP 9, BSD Green Office Park, Serpong, Tangsel. Hadirnya sekolah ini menjadi sarana baru bagi peminat teknologi yang ingin belajar dan mengetahui lebih banyak tentang dunia Information Technology (IT), khususnya bidang-bidang startup dan coding.

 
Founder and Purwadhika Startup & Coding School Purwa Hartono MSCNG BSCS mengatakan, pihaknya memberikan pendidikan non gelar atau kursus selama satu tahun bagi masyarakat, minimal lulusan SMA. Untuk bergabung, masyarakat tidak perlu memiliki bacground IT sama sekali.
 
 
purwadhika
 
 
"Pendaftar hanya perlu modal tekat, kerja keras dan laptop, kita akan bantu dari nol. Nanti ditraining selama 6 bulan, hingga sampai satu tahun startup nya jalan," katanya, saat peresmian sekolah baru, Kamis (16/3/2017).
 
 
Purwa menambahkan, adapun program pendidikan yang diberikan terkaIt hardware, software dan network & comminication. Selain itu juga menawarkan program lain seperti startup, fast track, job connector, internet of things (IoT), Shourt Course serta Workshop dan Event yang selalu mengarah ke dunia Startup dan Coding.
 
"Program Startup Fast Track itu untuk masyarakat yang tidak mengerti IT sama sekali. Job Connector untuk menghasilkan para pengembang software yang nantinya akan disalurkan bekerja ke perusahaan.
 
 
purwadhika
 
Sedangkan IoT diperuntukkan bagi para pelaku industri, remaja maupun anak-anak yang berminat mengetahui bagaimana seluk-beluk internet terhubung dalam kehidupan sehari-hari dan bisnis," jelasnya.
 
Menurutnya, sekolah ini didirikan sejak 1987 untuk menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara industri teknologi informasi terkemuka di dunia dan memajukan infustri IT yang bertaraf internasional.
 
Para peserta maupun alumni yang mengikuti pendidikan di Purwadhika Startup & Coding School tah berhasil menciptakan program-program yang menarik.
 
 
Salah satunya Aaron Christopher. Dia berhasil membuat Foodishmarket, yakni situs jual beli online untuk produk – produk makanan dan minuman lokal kreasi anak bangsa. Dirinya bekerja sama dengan pengusaha kuliner maupun UKM untuk memasarkan produk kulinernya di situs yang sudh berdiri sejak Mei 2016 ini.
 
 
"Lewat situs ini, masyarakat tinggal pesan makanan yang diinginkan, nanti diantar oleh kurir. Jadi selain membantu pengusaha kuliner untuk dapat berjualan online dengan mudah serta membantu para pecinta makanan untuk menemukan menu pilihan local favorit mereka," jelasnya.

OPINI
Menciptakan Pencipta Hoax yang Adil dan Beradab

Menciptakan Pencipta Hoax yang Adil dan Beradab

Kamis, 11 Oktober 2018 | 11:34

TANGERANGNEWS.com-Menyimak pemberitaan media baru-baru ini yang tengah ramai menyoroti sosok Ratna Sarumpaet, seorang mantan aktivis

BANTEN
18 Tahun Banten, Kisah Max Havelaar Tak Boleh Terulang

18 Tahun Banten, Kisah Max Havelaar Tak Boleh Terulang

Kamis, 4 Oktober 2018 | 15:34

TANGERANGNEWS.com-Hari ini, 4 Oktober 2018, Provinsi Banten genap berusia 18 tahun. Usia yang cukup matang untuk sebuah daerah otonom hasil

TOKOH
Ita Nurhayati, Komisioner KPU Perempuan Pertama di Kabupaten Tangerang

Ita Nurhayati, Komisioner KPU Perempuan Pertama di Kabupaten Tangerang

Senin, 3 September 2018 | 15:22

TANGERANGNEWS.com-Kaum perempuan semakin memantapkan kiprahnya di ruang publik, salah satunya Ita Nurhayati, Komisioner KPU Kabupaten Tangerang Divisi Program dan Data.

NASIONAL
Dihadiri Jokowi, LDII Usulkan Fokus Pembangunan Nasional di Rakernas

Dihadiri Jokowi, LDII Usulkan Fokus Pembangunan Nasional di Rakernas

Jumat, 12 Oktober 2018 | 16:00

TANGERANGNEWS.com-Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) menggelar Rakernas yang diikuti 1.500 peserta dari tingkat Dewan Perwakilan Wilayah (Provinsi) dan Dewan Perwakilan Daerah (Kabupaten/kota), Kamis (11/10/2018).

"Hidup lah untuk memberi yang sebanyak-banyaknya, bukan untuk menerima yang sebanyak-banyaknya"

Andrean Hirata