Pemilik Gudang Pestisida Bantah Jadi Penyebab Pencemaran Sungai Cisadane
Sabtu, 14 Februari 2026 | 18:49
Manajemen PT Biotek Saranatama membantah tudingan bahwa perusahaannya menjadi penyebab pencemaran Sungai Cisadane.
TANGERANGNEWS.com-Warga di Jalan Lombok RT 02/10 Kampung Rawa Lele, Kelurahan Jombang, Kecamatan Ciputat, pada Selasa (11/4/2017) digegerkan dengan penemuan mayat laki-laki paruh baya. Jasad pria yang belakangan diketahui bernama Muhamad Zaini itu tergeletak di atas lantai samping musala Al-Hikmah sekitar pukul 11.45 siang.
"Saya mengenal korban, dia itu Tuna Wisma. Saat itu saya ingin membantu untuk menjaga di perumahan, ketika itu korban tergeletak di lantai. Saat saya mendekat. Ternyata sudah tak bernafas dan sudah dikerubungi lalat," ujar Supriyadi, Selasa (11/4/2017).
Menurut dia, Muhamad Zaini yang berusia 40 tahun itu berasal dari Kendal Jawa Timur. Korban diduga mengidap sakit. Tidak ada tanda-tanda kekerasan di tubuh korban, hanya ada bekas muntah dan bercak darah dibaju korban.
Atas kejadian tersebut, aparat dari Polres Tangsel turun melakukan proses penyelidikan.
Kasat Reskrim Polres Tangsel AKP Ahmad Alexander mengatakan, bahwa dugaan sementara meninggalnya korban karena sakit,. Pihaknya hingga sore tadi masih menunggu hasil identifikasi tubuh korban. "Dugaan sementara karena sakit, diduga stroke ringan. Tetapi kita sedang menunggu hasil visum,” ungkapnya.
Sekitar pukul 16.00 wib korban dievakuasi menggunakan ambulans DKI Jakarta Pusat dengan nomor polisi B 7321 IO jenis Minibus L300 untuk divisum di RS Fatmawati Jaksel.
Manajemen PT Biotek Saranatama membantah tudingan bahwa perusahaannya menjadi penyebab pencemaran Sungai Cisadane.
TODAY TAGRatusan peserta dari berbagai kalangan mengikuti ajang olahraga keluarga bertajuk Paramount Petals Family Dash 2026 yang digelar di kawasan kota mandiri Paramount Petals Minggu, 15 Februari 2026,mulai pukul 06.00 WIB, pagi.
Di tengah dinamika industri hospitality, F&B, otomotif, hingga pengembangan bisnis yang semakin kompetitif, JHL Group menegaskan standar kinerja baru melalui gelaran JHL Award 2026.
Di tahun 2026, sistem kerja perusahaan semakin dinamis. Banyak bisnis sudah menerapkan hybrid working, multi-shift, hingga operasional lintas lokasi. Karena itu, absensi manual seperti tanda tangan atau spreadsheet sudah tidak lagi relevan.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews