Connect With Us

PNS Puskesmas Digerebek Selingkuh di Hotel Serpong

Yudi Adiyatna | Minggu, 16 April 2017 | 21:00

| Dibaca : 59754

Seorang PNS wanita di Rangkas Bitung digerebek suami nya saat kedapatan selingkuh di salah satu Hotel di Serpong, Tangsel. (@TangerangNews.com 2017 / Yudi Adiyatna)

TANGERANGNEWS.com-KS, seorang wanita Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang bertugas sebagai tenaga kesehatan di salah satu Puskesmas di Rangkasbitung digerebek suaminya.

Ketika itu KS kedapatan bersama pria lain di sebuah kamar hotel di daerah Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel). 

KS digerebek saat bersama dengan teman sekantornya RR, yang juga berprofesi sebagai tenaga kesehatan.

Sebut saja Asep, suami KS yang sudah lama menaruh kecurigaan terhadap istrinya tersebut mengikuti Istrinya tersebut ke hotel.

Asep meminta tolong bantuan security hotel untuk mengecek CCTV di sekitar hotel. Dan benar saja, kecurigaan Asep terbukti. Asep mendapati istrinya sekamar dengan RR dengan rambut sudah acak-acakan.

Aksi Asep sang suami yang menggrebek istri yang berselingkuh dengan pria lain di salah satu kamar hotel itu kini mendadak heboh di media sosial. 

Rekaman video berdurasi 3 menit 17 detik tersebut diunggah oleh akun Kabar Panas dengan judul ‘Detik detik penggerebekan PNS  Selingkuh Berjilbab di Hotel" . 

Sejak dipublish 13 April 2017, rekaman penggrebekan perselingkuhan ini sudah dilihat sebanyak 33.180 kali pada Minggu (16/4/2017) pukul 21.30 WIB.

BISNIS
Math Coffee and Resto, Kafenya Advokat di Tangerang

Math Coffee and Resto, Kafenya Advokat di Tangerang

Sabtu, 1 September 2018 | 15:31

TANGERANGNEWS.com-Bisnis kafe di Kota Tangerang sudah menjamur. Tentunya bisnis ini sudah diisi banyak pemain yang berkelas

TOKOH
Ita Nurhayati, Komisioner KPU Perempuan Pertama di Kabupaten Tangerang

Ita Nurhayati, Komisioner KPU Perempuan Pertama di Kabupaten Tangerang

Senin, 3 September 2018 | 15:22

TANGERANGNEWS.com-Kaum perempuan semakin memantapkan kiprahnya di ruang publik, salah satunya Ita Nurhayati, Komisioner KPU Kabupaten Tangerang Divisi Program dan Data.

"Kita tidak boleh menerima nasib buruk dan pasrah menerimannya sebagai kutukan. Kalau kita mau hidup bebas, kita harus belajar untuk terbang"

Gie