Connect With Us

Kena Pungli saat ajaran Baru? Yuk lapor ke SENDU

Yudi Adiyatna | Jumat, 28 April 2017 | 08:00

| Dibaca : 847

Ilustrasi Pungli Sekolah (Istimewa / TangerangNews)

TANGERANGNEWS.com-Musim Tahun ajaran baru bagi siswa sekolah merupakan saat yang amat dinantikan oleh para siswa. Selain menjadi lompatan untuk naik ke tahapan (kelas) selanjutnya, juga biasanya menjadi saat yang menyenangkan untuk mereka bisa menikmati liburan sekolah sebelum memasuki ajaran baru.


Berbeda dengan siswa, Tahun ajaran baru bagi para orang tua terkadang menimbulkan kecemasan tersendiri.
Biasanya orangtua cemas, sebab dengan datangnya musim ajaran baru ada biaya-biaya pendidikan yang dikenakan bagi siswa agar bisa lanjut ke jenjang berikutnya .


Besar kecil biaya pendidikan yang dikenakan setiap ajaran baru bervariasi, ada sekolah yang mengenakan biaya pendidikan yang minimal atau sesuai dengan ketentuan, tapi terkadang banyak juga sekolah yang memungut biaya Pendidikan di luar dari angka kewajaran atau pungli.

Untuk itu, sebagian kelompok anak muda di Tangerang Selatan, yang terdiri dari organisasi TRUTH,IKASAKTI,KOHATI Pamulang, Korps Peduli Bangsa dan GEMA AKSI pada Rabu,27 April 2017 kemarin di Sekretariat TRUTH, Pamulang meluncurkan SENDU (Sentra Pengaduan Penerimaan Peserta Didik Baru).

Posko pengaduan bagi masyarakat yang ingin melaporkan adanya temuan Pungli atau hal-hal lain yang dianggap tidak sesuai dengan peraturan perundangan.

"Cara kerja program SENDU sendiri nantinya tiap tim anggota akan turun ke setiap sekolah melakukan pengawasan. Selain itu kami juga membuka pelaporan melalui SMS Gateway ke nomor 7281 dengan format TranparancyTangerang (spasi) (aduan)," tutur Oki Anda Awaludin, Pengurus TRUTH.

"Masyarakat juga bisa datang ke sekretariat kami untuk menyampaikan laporan pengaduan di Jalan Menteng Raya, Blok D1 No 20, Perumahan Griya Jakarta , Pamulang -Tangsel, atau melalui website tangerangtransparency.org/PengaduanPPDB," terang Oki.

Selain itu tiap laporan yang masuk ke SENDU juga akan kami teruskan ke aplikasi LAPOR! (aplikasi pengaduan masyarakat yang dikelola kantor staff kepresidenan)

Sementara itu Plt Kepala Dinas Pendidikan Tangsel, Taryono ketika dihubungi TangerangNews.com menyambut baik adanya kerja-kerja pengawasan dalam memantau proses penerimaan siswa di Tahun ajaran baru.


"Saya menyambut baik program tersebut, untuk sama-sama kita meningkatkan layanan pendidikan di Tangsel," ujarnya. 

SPORT
Tim Indonesia Bawa 25 Emas Dari ASG Singapura 2017

Tim Indonesia Bawa 25 Emas Dari ASG Singapura 2017

Jumat, 21 Juli 2017 | 19:30

TANGERANGNEWS.com-Tim Indonesia disambut meriah di Bandara Soeakrno-Hatta usai berhasil membawa pulang 25 mendali emas dari ajang Asean Schools Games (ASG) Singapura 2017, Jumat (21/7/2017).

AYO! TANGERANG CERDAS
Kini Binus Univesity Buka Program Studi Baru Program Profesi Insinyur

Kini Binus Univesity Buka Program Studi Baru Program Profesi Insinyur

Senin, 12 Juni 2017 | 11:00

TANGERANGNEWS.com- Binus University membuka studi baru yakni Program Profesi Insinyur (PPI). Theresia Hastuti, Marketing Communication Binus University mengatakan, hal itu seiring dengan rencana dari pemerintah yang gencar melakukan pembangunan infrastru

TEKNO
Oppo R11 & R11 Plus Ini Bedanya

Oppo R11 & R11 Plus Ini Bedanya

Minggu, 11 Juni 2017 | 20:00

TANGERANGNEWS.com-Oppo kembali mempamerkan produk terbarunya, yakni Oppo R11 dan R11 Plus. Bedanya, hanya ukuran layar, RAM serta baterai.

BANDARA
Anggota Polres Bandara Soekarno-Hatta Diduga Aniaya Anak Artis Jeremy Thomas

Anggota Polres Bandara Soekarno-Hatta Diduga Aniaya Anak Artis Jeremy Thomas

Senin, 17 Juli 2017 | 10:00

TANGERANGNEWS.com-Anak artis Jeremy Thomas, Axel Matthew Thomas dianiaya dua oknum anggota Polresta Bandara Soekarno Hatta Tangerang hingga babak belur, Sabtu (15/7/2017) malam. Penganiayaan dilakukan saat Axel dipaksa mengaku mengguakan narkoba.

"Tidak ada yang bisa menghentikan orang dengan sikap mental yang tepat untuk mencapai impiannya, tetapi tidak ada di bumi ini yang dapat membantu orang dengan sikap mental yang keliru."

Thomas Jefferson