Pemuda di Kosambi Ditangkap Edarkan 1.918 Obat Keras Ilegal
Kamis, 6 Agustus 2026 | 13:42
1.918 butir obat keras jenis Tramadol dan Hexymer dalam operasi yang dilakukan di wilayah Kosambi, Kabupaten Tangerang.
TANGERANGNEWS.com-Dua orang remaja warga Kampung Gunung RT 2/9 Kelurahan Jombang, Kecamatan Ciputat, Kota Tangsel harus dilarikan ke rumah sakit lantaran dibacok orang tidak dikenal ,Minggu (14/5/2017) pagi kemarin.
Keduanya MA (14) dan M (16) , mereka dibacok usai melaksanakan Salat Subuh di musala dekat rumahnya, sekitar pukul 05.00. Sepulang dari musala mereka melihat ada beberapa orang berlarian di Gang Betawi, Jombang Ciputat. Karena penasaran, keduanya mendatangi sekumpulan orang yang berlarian tersebut. Namun nahas MA dan M malah dihadiahi sabetan clurit dari kelompok orang tersebut.
Beberapa orang warga yang ikut menyaksikan kejadian pembacokan tersebut langsung mengejar dan mengeroyok teman dari pelaku penusukan tersebut.
MA dan M oleh warga langsung dilarikan ke RS terdekat untukmendapat pertolongan. Awaqlnya, MA dibawa ke RS Premier Bintaro. Namun karena kendala biaya yang tinggi MA dilarikan ke RS Tarakan Jakarta Pusat. Sedangkan M dilarikan ke RS Suroso Rempoa, Jakarta Selatan.
Kapolres AKBP Fadli Widiyanto menyampaikan, hingga kini jajarannya masih terus mengejar pelaku terduga pembacokan tersebut. Saat ini tim dari Polres Kota Tangsel sudah melakukan olah TKP dan memeriksa saksi-saksi yang melihat kejadian tersebut.
“Pelaku masih kita kejar. Untuk sementara, kita sudah melakukan olah TKP dan memeriksa saksi,” ungkap Fadli. Selain itu pihak kepolisian hingga kini masih terus mencari penyebab motif para pelaku pembacokan tersebut.
1.918 butir obat keras jenis Tramadol dan Hexymer dalam operasi yang dilakukan di wilayah Kosambi, Kabupaten Tangerang.
TODAY TAGSebuah taman kota multifungsi dengan bentangan jalur sungai sepanjang 1,5 kilometer yang dikelilingi lanskap tropis rimbun kini hadir di BSD City, Tangerang.
Paket internet sekarang tidak cuma soal jumlah gigabyte. Lewat kUotamasya by.U, kamu bisa mendapatkan kuota sekaligus mendapatkan kesempatan untuk mengikuti perjalanan dengan harga spesial.
Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menanggapi munculnya komentar yang dinilai tidak berempati dari sejumlah akun yang mengaku sebagai tenaga kesehatan terhadap pasien BPJS Kesehatan bernama Yurizal Tri Chaerawan.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews