Connect With Us

Ramai Kasus Pencabulan Anak, Predikat Kota Layak Anak Tangsel Dipertanyakan

Yudi Adiyatna | Selasa, 16 Mei 2017 | 20:00

| Dibaca : 2241

Kasubag Humas Polres Tangsel Iptu Mulyaman dan Kasatreskrim Polres Tangsel AKBP Alexander Yurikho bersama Penyidik, saat menunjukan barang bukti terkait Kasus Pencabulan Anak di Tangerang. (@TangerangNews2017 / Yudi Adiyatna)

TANGERANGNEWS.com-Baru sebulan sejak  Wali Kota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany dinobatkan sebagai tokoh perlindungan perempuan dan anak oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak 4 April 2017 lalu.  Penobatan tersebut diberikan karena Wali Kota Tangsel, Airin dinilai berhasil menggagas dan menjalankan satuan perlindungan anak.

Namun, prestasi itu kini sedikit tercoreng. Catatan dari unit PPA Satreskrim Polres Tangsel mencatat sudah terjadi 7 kasus pencabulan anak dalam waktu 1,5 bulan terakhir.

Pada Sabtu (13/5/2017), Polres Tangerang Selatan mengungkapkan bahwa dari awal April 2017 terdapat 7 kasus pelecahan seksual terhadap anak. Yaknk lima kasus di Tangsel dan dua kasus di Kabupaten Tangerang.

Ke tujuh kasus tersebut di antaranya pencabulan oleh tukang ojek terhadap anak berusia enam tahun saat mengantarnya ke sekolah.  Pencabulan dilakukan oleh penjual soto terhadap anak berusia 7 tahun, pencabulan dilakukan oleh pemulung yang merupakan tetangga atas anak berusia tiga tahun, pencabulan di hotel di Ciputat. Pencabulan anak berusia 17 tahun di Serpong, dan pencabulan guru home schooling atas anak didiknya berusia 14 tahun.

Ahmad Jamill Pasaribu Kordinator Divisi Campaign TRUTH dalam keterangan persnya yang diterima redaksi Tangerangnews.com  Selasa (16/05/2017) mengatakan, kasus pencabulan yang marak terjadi di Tangsel  menjadi sebuah ironi, dimana disaat Pemerintah Kota Tangsel menerima penghargaan Kota Layak Anak serta Wali Kota Tangerang Selatan dinobatkan sebagai tokoh perlindungan perempuan dan anak. Disaat yang sama, anak-anak Tangsel mengalami pelecahan seksual.

"Dengan maraknya kasus pelecahan tersebut tentu menjadi pertanyaan besar.  Apakah Kota Tangerang Selatan layak mendapatkan penghargaan Kota layak anak serta Apakah penobatan penyematan kepadaa Wali Kota Tangsel sebagai tokoh perlindungan perempuan dan anak layak diberikan," ungkap Jamil.

Jamil pun mempertanyakan indikator apa yang digunakan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak sehingga Kota Tangerang Selatan dinobatkan sebagai Kota Layak Anak pada tahun 2015.

Sebab, faktanya Kota Tangerang Selatan tidak layak anak, hal ini dapat dilihat dari pengungkapan 7 kasus pelecehan seksual oleh Polres Tangerang Selatan dalam kurun waktu satu bulan. 

Sementara itu, Wakil Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie yang dihubungi TangerangNews.com  menjawab diplomatis.

Dia menyatakan, keprihatinan atas kasus yang terjadi. "Saya prihatin dengan kejadian-kejadian tersebut dan minta pada Polri untuk menindak tegas pelakunya," tuntasnya.

MANCANEGARA
232 WNI Jadi Korban Penyekapan dan Penipuan di Kamboja

232 WNI Jadi Korban Penyekapan dan Penipuan di Kamboja

Selasa, 9 Agustus 2022 | 19:30

TANGERANGNEWS.com-Sebanyak 232 warga negara Indonesia (WNI) menjadi korban penyekapan dan penipuan di Kamboja.

AYO! TANGERANG CERDAS
Jangan Keliru, Ini Penulisan Ucapan Selamat HUT RI

Jangan Keliru, Ini Penulisan Ucapan Selamat HUT RI

Senin, 15 Agustus 2022 | 12:35

TANGERANGNEWS.com-Masyarakat sering keliru menuliskan ucapan hari ulang tahun (HUT) Republik Indonesia (RI). Pada 17 Agustus 2022 ini, Indonesia merayakan HUT ke-77.

SPORT
Eksklusif: Perjalanan Ridho Al Ikhsan Pemain Timnas Asal Tangerang Bawa Indonesia Juara Piala AFF U-16

Eksklusif: Perjalanan Ridho Al Ikhsan Pemain Timnas Asal Tangerang Bawa Indonesia Juara Piala AFF U-16

Selasa, 16 Agustus 2022 | 14:27

TANGERANGNEWS.com-Muhammad Ridho Al-ikhsan yang masuk dalam skuad Tim Nasional (Timnas) Indonesia U-16 ternyata merupakan warga asal Tangerang.

OPINI
Makna Merdeka Dalam Dunia Pendidikan dan Pentingnya Political Will

Makna Merdeka Dalam Dunia Pendidikan dan Pentingnya Political Will

Rabu, 17 Agustus 2022 | 19:09

Pernahkah Anda mendengar iklan di atas? Kurikulum merdeka yang saat ini tengah berlangsung bisa jadi hanya seperti iklan di atas “Apapun kurikulumnya, mengajarnya sama saja”.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill