Connect With Us

Lindungi Cagar Budaya, Dindikbud Tangsel Godok Raperda Kebudayaan

Yudi Adiyatna | Kamis, 20 Juli 2017 | 18:00

| Dibaca : 988

Budayawan Tb.Sos Rendra (kanan) dan Tb.Tafsir Yusuf Saat Menunjukkan Buku Cerita Rakyat Karangannya, Kamis (20/7/2017). (@TangerangNews2017 / Yudi Adiyatna)

TANGERANGNEWS.com-Tingginya tingkat pembangunan oleh pengembang dan banyaknya keberadaan situs cagar budaya di Tangsel yang tidak diketahui oleh masyarakat membuat keberadaan situs terancam.

Saat ini menurut penuturan Tb Sos Rendra, salah seorang budayawan Tangsel mengatakan, saat ini ada sekitar 26 titik cagar budaya di Tangsel yang kondisinya tidak terurus. Bahkan tiga diantaranya sudah musnah.

"Ketiganya yakni Air Terjun Pelayangan peninggalan Belanda, Makam Pahlawan Seribu Cilenggang dan rumah-rumah peninggalan Belanda di Kawasan PTP Serpong, hilang tergerus pembangunan" ungkap Rendra saat ditemui TangerangNews.com, Kamis (20/7/2017), dalam kegiatan loka karya Raperda Kebudayaan Dindikbud Tangsel.

Selain itu, warga asli Cilenggang ini mengatakan bahwa Raperda Kebudayaan ini mendesak untuk segera terwujud, guna melindungi unsur-unsur kebudayaan yang ada di Tangsel, seperti tempat-tempat bersejarah, cerita rakyat dan kesenian lainnya.

“Semoga dengan adanya Perda Kebudayaan ini, nantinya semua persoalan yang terkait dengan kebudayaan akan mempunyai payung hukum, dan kekuatan modal pengembang tidak mudah untuk menghancurkan peninggalan kebudayaan di Tangsel," ungkapnya.

Menurut Rendra, para pengembang hanya memikirkan aspek keuntungan saja, mereka tidak memikirkan nilai-nilai moral yang ada pada peninggalan suatu sejarah.

"Orientasi mereka hanya profit, untuk itu, pemerintah dan pelaku kebudayaan perlu koperatif dengan para pengembang, agar situs-situs bersejarah tidak digerus, salah satu caranya adalah dengan mengaturnya dalam Perda,” tambahnya.

Sementara itu, Hamdani Kepala Bidang Kebudayaan pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tangsel mengatakan, upaya pembahasan Raperda ini saat ini sudah sampai pada pembahasan Naskah Akademik dalam bentuk draft.

"Ini belum final, nanti akan ada revisi-revisi dari Naskah Akademik tersebut,” jelasnya.

Hamdani mengapresiasi berbagai elemen masyarakat yang telah memberikan masukan, saran serta kritik terkait unsur-unsur kebudayaan di Kota Tangsel agar tercantum dalam Raperda ini. Ia pun menargetkan Perda ini dapat terwujud pada 2018.

“Semoga tahun depan Perda ini dapat terwujud, untuk membantu pelestarian kebudayaan,” tutup Hamdani.(RAZ)

KAB. TANGERANG
Altar Gelar FGD Bahas Pengupahan PP 78 di Tangerang

Altar Gelar FGD Bahas Pengupahan PP 78 di Tangerang

Sabtu, 17 November 2018 | 22:44

TANGERANGNEWS.com- Aliansi Rakyat Tangerang Raya (Altar) menggelar diskusi kelompok terpumpun (focus group discussion/FGD) bertema Evaluasi

AYO! TANGERANG CERDAS
Perempuan di Tangsel Didorong Aktif Berpolitik

Perempuan di Tangsel Didorong Aktif Berpolitik

Selasa, 13 November 2018 | 19:20

TANGERANGNEWS.com-Peluang perempuan untuk tampil diranah publik dan politik semakin besar, terlebih sejak undang-undang Pemilu mensyaratkan

KOTA TANGERANG
Kejurnas Voli Antarklub Divisi I 2018, Putra TNI AL & Putri Solo Juara

Kejurnas Voli Antarklub Divisi I 2018, Putra TNI AL & Putri Solo Juara

Minggu, 18 November 2018 | 19:00

TANGERANGNEWS.com-Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Bola Voli Antarklub Divisi I 2018 yang diselenggarakan di GOR Dimyati, Kota Tangerang telah berakhir.

TANGSEL
Optimalkan Penerimaan Daerah, Bapenda Tangsel Awasi Kepatuhan Bayar BPHTB

Optimalkan Penerimaan Daerah, Bapenda Tangsel Awasi Kepatuhan Bayar BPHTB

Jumat, 16 November 2018 | 15:43

TANGERANGNEWS.com-Besarnya kontribusi Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) bagi penerimaan daerah Kota Tangerang Selatan dinilai penting untuk mendukung

"Janganlah mengukur diri Anda dengan apa yang telah Anda capai, tetapi ukurlah dengan apa yang seharusnya bisa Anda capai dengan kemampuan Anda."

Jonh Wooden