Connect With Us

Tendang Polisi Saat Ditangkap, Pencuri Ponsel di Pagedangan Ambruk Ditembak

Yudi Adiyatna | Rabu, 26 Juli 2017 | 20:30

| Dibaca : 2787

Pelaku Pencurian Yang Melawan Petugas Dan Dilumpuhkan Dengan Ditembak Kakinya Oleh Polisi, Rabu (26/7/2017). (@TangerangNews2017 / Yudi Adiyatna)

TANGERANGNEWS.com-Betis kaki kanan Nuryadi alis Tektek, 19, dibalut perban putih. Pemuda pengangguran tersebut terpaksa ditembak Tim Opsnal Jatanras Polres Tansel karena melakukan perlawanan saat ditangkap di salah satu bedeng tempat nongkrongnya di Cisauk, Kabupaten Tangerang, Selasa (25/6/2017) malam.

Pemuda dengan tubuh bertato tersebut menjadi salah satu tersangka kasus pencurian tiga telepon seluler (Ponsel) milik Joko Prasetio, buruh bangunan proyek pembangunan kantor Kecamatan Pagedangan, pada Rabu (19/7/2017).

"Saat ditangkap, tersangka berusaha melawan dan menendang petugas. Terpaksa kami melepaskan tembakan dan mengenai kaki kanannya," ujar Kasat Reskim Polres Tangsel AKP A Alexander, Rabu (26/7/2017).

Alex menjelaskan, peran tersangka adalah yang masuk ke lokasi bangunan proyek tersebut dan mengambil tiga unit ponsel milik korban. Setelah melakukan aksinya, dua ponsel tersebut kemudian dijual dan satu lainnya digunakan oleh rekan tersangka.

"hasil penjualannya digunakan untuk membeli miras," tambah Alexander.

Kini pelaku yang ditahan di Mapolres Tangsel tersebut  dijerat dengan Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara.(RAZ)

WISATA
Menilik Kisah Malin Kundang di Pantai Air Manis Padang

Menilik Kisah Malin Kundang di Pantai Air Manis Padang

Rabu, 26 September 2018 | 12:00

TANGERANGNEWS.com-Kalau kamu orang Indonesia asli, pasti sudah nggak asing ya dengan legenda Malin Kundang. Cerita rakyat dari Sumatera Barat ini sudah diperkenalkan kepada anak-anak sejak kecil.

BANTEN
18 Tahun Banten, Kisah Max Havelaar Tak Boleh Terulang

18 Tahun Banten, Kisah Max Havelaar Tak Boleh Terulang

Kamis, 4 Oktober 2018 | 15:34

TANGERANGNEWS.com-Hari ini, 4 Oktober 2018, Provinsi Banten genap berusia 18 tahun. Usia yang cukup matang untuk sebuah daerah otonom hasil

"Kebahagiaan bukanlah sesuatu yang sudah jadi tetapi berasal dari tindakan kita sendiri"

Tenzin Gyatso