Catat Jadwalnya, Festival Layang-layang Meriahkan Akhir Pekan di Paramount Petals
Minggu, 18 Oktober 2026 | 12:15
Paramount Petals Tangerang menghadirkan Festival Layang-layang Paramount Petals sebagai pilihan aktivitas akhir pekan bagi keluarga.
TANGERANGNEWS.com-Mia wanita berusia 18 tahun yang tinggal bersama bayi lelakinya di samping kandang unggas di RT 1/3 Kelurahan Kademangan, Setu, Kota Tangsel mengaku ditinggal suami.
"Saya tinggal di sini bersama bapak dan kakak. Sudah lama tinggal di sini. Rumah ini didirikan di tanah milik orang Jakarta," tutur Mia, Jumat (28/07/2017).
Kesehariannya hanya merawat bayinya dengan asupan seadanya. Karena tinggal tanpa listrik, untuk penerangan gubuknya, Mia menggunakan lampu tempel berbahan bakar minyak tanah.
Untuk keseharian mereka memasak pun hanya mengandalkan kayu bakar dan sebuah sumur timba untuk memenuhi keperluan mandi dan mencuci.
Mia juga mengaku, bayi itu merupakan buah cintanya dengan seorang laki-laki yang pengakuannya tinggal di Ciater, Serpong. Sejak saat mengandung, suaminya itu pun enggan membiayai berbagai keperluan kehamilan Mia.
"Suami pergi enggak pernah pulang-pulang. Rumahnya di Ciater. Dulu diminta untuk biaya kehamilan dan persalinan bayi, tapi dia tak peduli. Akhirnya saya merawat bayi ini sendiri bersama keluarga dengan kondisi ala-kadarnya," ungkapnya sedih.
Saat ini Mia dan bayi lelakinya telah evakuasi ke tempat yang lebih layak di rumah Singgah, milik Dinsos Kota Tangsel di wilayah Kademangan tak jauh dari gubuk yang selama ini ia tinggali.(DBI)
Paramount Petals Tangerang menghadirkan Festival Layang-layang Paramount Petals sebagai pilihan aktivitas akhir pekan bagi keluarga.
TODAY TAGPolda Metro Jaya akan menyelidiki viralnya video teh kemasan berbusa yang beredar di media sosial setelah aksi penyampaian aspirasi pada 28 Oktober 2026.
Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang memutusakan untuk menunda proses relokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) yang biasa berjualan di badan Jalan Kiasnawi dan Jalan Ahmad Yani.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews