Nikmati Kopi Sambil Merasakan Kehangatan Pelayanan Penyandang Disabilitas di Bisa Cafe Karawaci
Minggu, 26 Juli 2026 | 21:38
Menikmati secangkir kopi hangat kini tidak hanya sekadar soal rasa, tetapi juga tentang merayakan kesetaraan.
TANGERANGNEWS.com-Jajaran pengurus DPD KNPI Kota Tangerang Selatan, Selasa (8/8/2017) melakukan silaturahmi dan audiensi dengan Kapolres Tangsel Ajun Komisaris Besar Polisi Fadli Widiyanto di Mapolres Tangsel, Jalan Promoter Raya, BSD Serpong Tangsel.
Dalam diskusinya dengan DPD KNPI Tangsel, Kapolres Tangsel menyambut baik pertemuan yang digelar dengan organisasi kepemudaan tersebut. "Hal yang positif untuk menjalin sinergitas dengan ormas pemuda," ungkap Fadli kepada TangerangNews.com, Rabu (9/8/2017).
Berbagai topik diskusi yang dibahas diantaranya terkait isu dualisme organisasi, peran pemuda dalam pembangunan Tangsel dan isu radikalisme yang berkembang akhir-akhir ini di Tangsel.
Terkait dualisme kepengurusan sendiri, Kapolres saat ini mengaku sudah paham dengan penjelasan yang diberikan oleh pengurus DPD KNPI Tangsel semalam.
"Mengacu ke penjelasan DPD KNPI semalam, bahwa di Tangsel saat ini ada DPP KNPI tanpa kepanjangan di Kemenkumham dan ada KNPI dengan kepanjangan Komite Nasional Pemuda Indonesia," ungkap Fadli.
Atas penjelasan tersebut, dirinya kini mengaku paham dan akan menyampaikan ke jajaran dan pengganti beliau apabila dipindah tugas nantinya.
Sementara itu, Ketua DPD KNPI Tangsel Ahmad Syawqi menegaskan, terkait adanya pencatutan nama dan kemiripan logo yg dilakukan oleh kubu DPP KNPI Tangerang Selatan, persoalan tersebut akan ditindaklanjuti oleh bidang hukum dan HAM DPD KNPI kota Tangerang Selatan dibawah dirinya.
"Kami sudah mendapat respon positif dari Kapolres Tangsel untuk diskusi lebih lanjut perihal proses hukum pencatutan nama dan logo yang dilakukan oleh pihak lain yang membingungkan publik belakangan ini," ungkap Syawqi.(RAZ)
Menikmati secangkir kopi hangat kini tidak hanya sekadar soal rasa, tetapi juga tentang merayakan kesetaraan.
TODAY TAGPemerintah Provinsi (Pemprov) Banten menyiapkan evaluasi sejumlah program keahlian di sekolah menengah kejuruan (SMK) untuk menyesuaikan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan teknologi.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Soekarno-Hatta (Soetta) bersama Polresta Bandara Soetta membongkar jaringan laboratorium gelap (clandestine lab) atau industri rumahan peracikan cairan etomidate.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews