Camat Jatiuwung Ajak 6 Perusahaan Bedah 4 Rumah Warga Senilai Rp 200 Juta
Jumat, 9 Oktober 2026 | 21:12
Percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat membutuhkan keterlibatan banyak pihak.
TANGERANGNEWS.com-Gapura yang terletak persis di perbatasan Kelurahan Buaran, Kecamatan Serpong, Kelurahan Setu, Kecamatan Setu, Kota Tangsel runtuh, Minggu (13/8/2017). Beruntung tidak ada korban jiwa atas peristiwa itu.
Sehari sebelumnya, terlihat gapura itu sedang dilakukan pengecatan ulang terhadap jembatan kali yang persis berada di depan gapura yang baru dibangun tahun 2016 itu. Bahkan terlihat bangunan gapura tersebut masih berdiri kokoh.
Kepala Seksi Ekonomi dan Pembangunan di Kelurahan Setu, Atta Rosady saat ditemui Senin (14/8/2017) membenarkan, gapura tersebut baru dibangun 2016 dengan penanggung jawab pihak Dinas Tata Kota Tangsel.
"Tetapi perusahaan atau CV apa saya tidak tahu,” kilahnya kepada TangerangNews.com. Atta menduga, karena posisi gapura yang tepat di bibir kali Jaletreng, kemungkinan robohnya gapura diakibatkan terkikisnya tanah yang menjadi pijakan gapura tersebut. "Gapura ada di bibir kali Jaletreng, mungkin saja terkikis tanahnya, bisa juga dari material dan cara pekerjaan yang tidak maksimal. Karena kami dari pihak kelurahan hanya sebatas usulan saja," ungkapnya.
Sedangkan warga sekitar bernama Rudi Andika menduga gapura itu roboh setelah tersapu hujan yang mengguyur Tangsel pukul 15.00 kemarin.
Dia melihat, gapura itu runtuh sekitar pukul 17.30. "Kayaknya pondasinya tidak kuat karena terkikis air. Seharusnya pihak kontraktor sudah memperhitungkan itu,"jelas Rudi. Dari pantauan di lapangan, material reruntuhan gapura tersebut menutupi badan jalan dan jembatan di perbatasan Setu. Tidak ada korban jiwa ataupun luka dalam kejadian tersebut.
Percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat membutuhkan keterlibatan banyak pihak.
TODAY TAGKawasan perkotaan memiliki permintaan kuliner yang tinggi karena mobilitas dan gaya hidup penghuninya yang sibuk. Misalnya, area padat seperti Tangerang membuka peluang bagi beragam konsep makanan.
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews