Sinar Mas Land Hadirkan Hunian Sekaligus Tempat Usaha Seharga Rp1,9 Miliar
Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:00
Permintaan terhadap hunian dan ruang komersial berkonsep loft di wilayah Bogor terus menunjukkan potensi pertumbuhan yang kuat.
TANGERANGNEWS.com-Kebijakan menaikan tarif parkir di Tangerang Selatan (Tangsel) terpaksa dilakukan oleh pemerintah setempat karena bertujuan agar operator parkir tidak menerapkan tarif melebihi yang telah diatur.
“Sehingga kami bisa atur batas maksimal tariff. Sebelumnya kan tidak seperti itu, dulu masyarakat parkir sebentar saja bisa dipatok sampai Rp50 ribu,” ujar Kepala Seksi Tata Teknis Parkir dan Terminal Dishub Tangsel, Mohamad Saptaji, Rabu (6/9/2017).
Karenanya, Dinas Perhubungan Kota Tangsel menilai kebijakan tarif parkir baru yang dikeluarkan melalui Keputusan Wali Kota Tangerang Selatan Nomor 974.3/Kep.239-Huk/2017 tentang Tarif Parkir di Tempat Khusus Parkir, berdampak positif bagi masyarakat. BACA JUGA : Tarif Parkir di Tangsel Naik, Warga Pertanyakan Pemerintah
Dia menjelaskan, Airin Rachmi Diany sebagai wali kota pada 3 Agustus 2017 lalu telah mengatur total 118 titik parkir khusus. Titik parkir khusus yang dimaksud adalah lahan parkir di area komersil dan yang menyatu dengan gedung, bukan parkir on street yang biasanya dikelola oleh juru parkir.
Dengan kebijakan tersebut, setiap operator parkir diwajibkan untuk mengajukan besaran tarif yang akan mereka kenakan langsung ke pihak Dishub Tangsel. “Kita akan mengkaji fasilitas apa saja yang mereka miliki, dan menilai apakah tarif yang diajukan sesuai dengan kriteria yang sudah mereka susun melalui Kepwal itu,” tuturnya.
Adapun tarif parkir baru dibagi menjadi tiga, yaitu :
Golongan 1 berupa fasilitas parkir di pusat perbelanjaan, hotel, gedung perkantoran, kawasan pergudangan, dan kegiatan parkir yang menyatu dengan apartemen yang memiliki gedung parkir. Termasuk dengan sarana berupa rambu, marka, media informasi (tarif, waktu, dan ketersediaan ruang parkir) digital, informasi fasilitas parkir khusus, kamera CCTV, serta sensor kendaraan.
Lalu Golongan 2 yang hampir sama dengan Golongan 1, minus kamera CCTV dan sensor kendaraan. Kemudian Golongan 3 yang adalah pemanfaatan fasilitas parkir di pasar tradisional, tempat rekreasi, rumah sakit, dan lokasi selain yang dimaksud pada Golongan 1 dan 2. BACA JUGA : Rebutan Lahan Parkir, 2 Kelompok Pemuda di Tangsel Bentrok
Tarif Golongan 1 untuk sedan, jeep, minibus, pikap, dan sejenisnya Rp 5.000 jam pertama dan Rp 2.000 tiap jam berikutnya. Lalu untuk bus, truk, dan sejenisnya dikenakan Rp 7.000 pada jam pertama dan Rp 3.000 tiap jam berikutnya," tutur Aplah.
Sedangkan Golongan 2, tarif kendaraan pribadi dan kendaraan bus dan truk dikurangi Rp 1.000 dari Golongan 1 untuk jam pertama, kemudian sama untuk tiap jam berikutnya yakni Rp 2.000 dan Rp 3.000. Untuk Golongan 3, yang berbeda hanyalah tarif parkir kendaraan pribadi Rp 3.000 untuk jam pertama, selebihnya sama dengan Golongan 2.
Adapun tarif parkir sepeda motor di semua golongan disamakan, yaitu Rp 2.000 untuk jam pertama dan Rp 1.000 tiap jam berikutnya.(DBI)
Permintaan terhadap hunian dan ruang komersial berkonsep loft di wilayah Bogor terus menunjukkan potensi pertumbuhan yang kuat.
TODAY TAGAda yang patut kita renungkan dari program 108 polisi yang ditugaskan menjadi “Bapak Asuh” bagi pelajar di Kota Tangerang. Sekilas, program ini terdengar menenangkan.
Ajang lari Alfamart Run 2026 yang digelar di Plaza Parkir Timur Senayan, Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Minggu 18 Oktober 2026, menyisakan cerita heboh hingga viral.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews