Connect With Us

Aiptu Sugiri Maafkan Pelajar Pembacok Dirinya

Yudi Adiyatna | Selasa, 12 September 2017 | 14:00

Tampak Aiptu Sugiri saat bertugas di depan SMA 2 Tangerang Selatan. (@TangerangNews2017 / Yudi Adiyatna)

TANGERANGNEWS.com-Aiptu Sugiri memaafkan para pelajar pelaku pengeroyokan dan pembacokan terhadap dirinya yang terjadi Kamis (7/9/2017) lalu, di depan SMAN 2 Tangsel, Muncul, Setu.

Aiptu Sugiri saat ditemui di kediamannya Selasa, (12/9/2017) di Asrama Polisi Serpong,  RT 013 RW 005,.kelurahan Cilenggang, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan, mengaku memaafkan perbuatan para siswa sekolah yang mengeroyoknya tersebut.

"Saya sudah maafkan mereka tetapi proses hukum biarlah berjalan. Dan saya tidak dendam terhadap mereka yang sudah menganiaya saya," ungkapnya. BACA JUGA : Bacok Polisi Saat Atur Lalulintas , 14 Pelajar SMA Diciduk Polres Tangsel

Aiptu Sugiri yang sudah mengabdi di kepolisian selama 21 tahun ini, mengalami luka di pundak sebelah kiri akibat sabetan senjata tajam dan luka memar di punggung. 

"Luka di pundak ini disabet senjata tajam jenis celurit, jadi dia pas bacok pakai bagian yang tumpulnya ke arah pundak mengenai pangkat dan meleset jadi luka lecet," ujarnya.

Untuk luka memar di punggung, kata Sugiri akibat sabetan celurit yang masih di dalam sarungnya, sehingga dirinya terhindar dari luka yang serius. 

"Saya bermaksud menghentikan dan menurunkan mereka yang duduk di bemper truck karena itu membahayakan​ dirinya, setelah dibilangin bukannya nurut malah mereka ngeroyok saya," katanya. 

Salah seorang pelaku, yang tak ia sebutkan namanya mencoba memukul dirinya dengan tangan kosong tetapi berhasil di tangkis laku teman-teman pelaku ikut memukuli Sugiri. 

"Saya nunduk dan tangkis- tangkis saja yang mukul saya lalu warga yang melihat langsung membantu saya, ada juga saya lihat ojek online yang membantu saya saat dikeroyok," imbuhnya. BACA JUGA : Serang Polisi dengan Clurit, Polres Tangsel Gelar Razia di Tiga Sekolah

Sugiri yang merupakan bapak tiga orang anak ini pun kini sudah kembali beraktivitas seperti biasa dan telah bertugas di satuan Sabhara polsek Cisauk. Setiap pagi  dan sore hari, Sugiri bertugas di depan SMA 2 Tangerang Selatan.

"Sudah menjadi resiko saya sebagai anggota polisi kalau ada bahaya, saya juga sudah bertugas kembali seperti biasa berjaga di depan SMA 2 Tangerang Selatan untuk mengurai kemacetan," tutupnya.(RAZ)

BANTEN
Andra Soni Janjikan Parkir Gratis hingga Sembako Murah Khusus Ojol

Andra Soni Janjikan Parkir Gratis hingga Sembako Murah Khusus Ojol

Kamis, 2 Juli 2026 | 13:18

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten tengah merumuskan skema kebijakan untuk merespons sejumlah keluhan yang disampaikan oleh komunitas pengemudi ojek online (ojol) roda dua dan roda empat.

OPINI
Cara Islam Mengatasi Kenaikan Harga BBM

Cara Islam Mengatasi Kenaikan Harga BBM

Rabu, 17 Juni 2026 | 16:23

Demo yang digelar Mahasiswa beberapa waktu lalu, terkait protes kenaikan harga BBM menunjukan jika kenaikan harga BBM menjadi masalah besar di negeri ini, membuat kehidupan masyarakat bertambah sulit.

NASIONAL
Pertamina Akui Ada Pergeseran Konsumen dari Pertamax ke Pertalite 

Pertamina Akui Ada Pergeseran Konsumen dari Pertamax ke Pertalite 

Jumat, 3 Juli 2026 | 10:34

PT Pertamina (Persero) terus memantau kemungkinan pergeseran konsumen bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi ke BBM subsidi seiring lebarnya selisih harga antara Pertamax dan Pertalite.

KOTA TANGERANG
Tolak Bayar Japrem Rp10 Ribu Per Hari, Pedagang Buah Bentrok dengan Preman di Ciledug, 5 Luka Bacok

Tolak Bayar Japrem Rp10 Ribu Per Hari, Pedagang Buah Bentrok dengan Preman di Ciledug, 5 Luka Bacok

Jumat, 3 Juli 2026 | 01:35

Aksi premanisme berujung bentrokan berdarah terjadi di Jalan Raden Fatah, Kelurahan Sudimara Barat, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang pada Rabu 1 Juli 2026, sekitar pukul 23.00 WIB. Hal ini dipicu para pedagang buah yang menolak membayar jatah preman

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill