Connect With Us

Sosmed & Game Online Jadi Pemicu Bullying Anak

Yudi Adiyatna | Rabu, 31 Januari 2018 | 16:00

Kegiatan Kampanye Anti Bullying yang digelar di Sekolah Dharma Karya UT, Pondok Cabe Pamulang Tangsel, Rabu (31/1/2018). (@TangerangNews / Yudi Adiyatna)

TANGERANGNEWS.com-Wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Rita Pranawati menyebutkan jika aplikasi sosial media (sosmed) seperti Instagram dan Facebook serta Game Online berpengaruh signifikan terhadap peningkatan bullying terhadap anak-anak di usia sekolah.

Menurut Rita, di era pesatnya perkembangan teknologi dan internet saat ini, justru menimbulkan efek domino terhadap peningkatan angka bullying terhadap anak-anak di usia sekolah.

BACA JUGA:

"Tadi ketika ditanya sekitar 60% anak menggunakan Instagram, potensi cyber bullying meningkat dengan penggunaan media sosial," ujar Rita Pranawati seusai mengisi kegiatan Kampanye Anti Bullying di Sekolah Dharma Karya UT, Pondok Cabe, Pamulang, Tangsel, Rabu (31/1/2018).

Selain itu dirinya mengungkapkan, anak-anak di usia sekolah masih belum terlalu paham akan dampak penggunaan internet di dunia maya, sehingga mereka belum menyadari dampak sesungguhnya jika hal di dunia maya tersebut mereka lakukan dalam kehidipan nyata.

"Mereka biasa main game online yang pasti di dalamnya ada gerakan-gerakan seperti memukul dan sebagainya. Itu in line dengan mereka main game online, kalau di game online kan seolah olah kalau memukul itu tidak apa-apa tetapi kan kalau di dunia nyata itu sakit, mereka enggak punya nyawa cadangan, belum sampai kesana pemahamannya," ujarnya.

Dirinya pun berpesan agar pihak sekolah dan keluarga bisa menindaklanjuti secara detail kampanye penolakan bullying tersebut dan jangan  membiarkan atau ikut-ikutan melabeli anak dengan umpatan-umpatan yang bermakna negatif.

"Tadi kan ketika ditanya anak kelas 4 laki laki banyak yang ngacung pernah memukul dan dipukul menjadi korban bullying. Pihak sekolah harus meneruskan ke kelas, termasuk di keluarga tidak boleh ada labelling apakah itu anak malas atau bodoh," ujarnya.(RAZ/RGI)

PROPERTI
Program Video Competition Sinar Mas Land Diganjar Penghargaan Perhumas PR Excellence Awards 2026

Program Video Competition Sinar Mas Land Diganjar Penghargaan Perhumas PR Excellence Awards 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 22:48

Sinar Mas Land kembali mengukuhkan prestasinya di bidang komunikasi korporasi dengan meraih Juara II Perhumas PR Excellence Awards 2026 untuk kategori Teknologi & Digital PR.

KOTA TANGERANG
Cari Informasi Keimigrasian Lebih Mudah, Warga Tangerang Bisa Akses Layanan SAPA Imigrasi

Cari Informasi Keimigrasian Lebih Mudah, Warga Tangerang Bisa Akses Layanan SAPA Imigrasi

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:28

Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Non TPI Tangerang terus memperkuat komitmennya dalam memberikan pelayanan publik yang profesional dan responsif.

TEKNO
Cegah Serangan Siber PHP2Shell, Pemkot Tangerang Amankan 157 Aplikasi

Cegah Serangan Siber PHP2Shell, Pemkot Tangerang Amankan 157 Aplikasi

Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:21

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) memastikan pelayanan publik berbasis digital tetap berjalan lancar. Pemkot juga menjamin seluruh data pribadi masyarakat berada dalam kondisi aman

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill