Connect With Us

Bus Rombongan Koperasi Ciputat Terbalik, 13 Tewas

Yudi Adiyatna | Sabtu, 10 Februari 2018 | 22:00

Bus rombongan anggota Koperasi Simpan Pinjam Permata dari Kelurahan Pisangan, Ciputat, Tangsel, mengalami kecelakaan di Tanjakan Emen, Subang, Jawa Barat, Sabtu (10/2/2018). (@TangerangNews / Yudi Adiyatna)


TANGERANGNEWS.com-Bus yang membawa rombongan anggota Koperasi Simpan Pinjam Permata dari Kelurahan Pisangan, Ciputat, Tangsel, terbalik di Tanjakan Emen, Subang, Jawa Barat, Sabtu (10/2/2018).

Bus yang membawa ibu-ibu PKK tersebut terguling hingga mengakibatkan 13 orang meninggal seketika di lokasi kejadian.

Kecelakaan terjadi sekitar pukul 17.00 WIB. Saat bus rombongan pembawa ibu-ibu PKK hendak pulang setelah berwisata di Gunung Tangkuban Parahu.

Lurah Pisangan, Idrus Asenih ketika di hubungi Tangerangnews.com mengatakan dirinya yang kebetulan ikut dalam rombongan dan berbeda bus dengan yang mengalami kecelakaan menuturkan hingga saat ini para korban masih terus mendapatkan penanganan medis

" Saya masih di Puskesmas Jalan Cagak, (korban) sebagian di sini sebagian di bawa ke rumah sakit," terang Idrus.

Saat itu Bus Pariwisata bernomor polisi F 7959 AA itu melaju di turunan Cicenang lalu menabrak sepeda motor Honda Beat  Nopol T 4382 MH dan kemudian terbalik.

"Saat ini masih dalam evakuasi juga sebagian," ungkapnya.(RAZ/HRU)

NASIONAL
Jangan Sampai Kurban Tidak Sah, Ini Ciri Hewan yang Ditolak dalam Islam

Jangan Sampai Kurban Tidak Sah, Ini Ciri Hewan yang Ditolak dalam Islam

Selasa, 12 Mei 2026 | 21:06

Ibadah kurban memiliki syarat tertentu, termasuk kondisi hewan yang akan disembelih. Dalam syariat Islam, tidak semua hewan bisa dijadikan kurban. Ada sejumlah cacat dan kondisi tertentu yang membuat hewan kurban menjadi tidak sah.

MANCANEGARA
Geger Virus Baru Hantavirus, Gejalanya Mirip Flu tapi Bisa Berujung Fatal

Geger Virus Baru Hantavirus, Gejalanya Mirip Flu tapi Bisa Berujung Fatal

Senin, 11 Mei 2026 | 08:11

Kasus hantavirus kembali menjadi sorotan setelah muncul laporan infeksi virus langka tersebut di kapal pesiar MV Hondius yang dikabarkan menyebabkan korban meninggal dunia.

KAB. TANGERANG
Guru Madrasah di Kabupaten Tangerang Curhat Ke DPRD, Bertahan Hidup dengan Gaji Rp65 Ribu Sebulan

Guru Madrasah di Kabupaten Tangerang Curhat Ke DPRD, Bertahan Hidup dengan Gaji Rp65 Ribu Sebulan

Selasa, 12 Mei 2026 | 23:39

Sejumlah guru yang berasal dari Perkumpulan Guru Madrasah Mandiri (PGMM) Kabupaten Tangerang menyampaikan aspirasi kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat, perihal kesejahteraan serta ketidakjelasan status kerja guru madrasah.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill