Connect With Us

Synthetic, Band SMAN 4 Tangsel Raih Juara Pucuk Cool Jam 2018

Muhamad Heru | Minggu, 22 April 2018 | 09:00

| Dibaca : 581

Para juara dari kompetisi Pucuk Cool Jam Festival 2018, Sabtu, (21/4/2018) (@TangerangNews / Muhamad Heru)

TANGERANGNEWS.com- Synthetic, band SMA Negeri 4 Tangerang Selatan berhasil menjuarai Pucuk Cool Jam Festival 2018, Sabtu, (21/4/2018) malam di Taman Menteng, Jakarta.

Synthetic yang memenangkan kompetisi untuk kategori band kini siap menorehkan prestasi seni musik di ranah industri kreatif Indonesia, bersama New Kabisa dari SMA BPI 1 Bandung untuk kategori ekstrakurikuler.

Salah satu perwakilan juri dari kategori band, M Adri Prakarsa (Nidji) mengaku bangga oleh seluruh penampilan Finalis Pucuk Cool Jam 2018, khususnya finalis yang terpilih sebagai pemenang. Ia menyatakan bahwa ada yang berbeda dari band yang sukses menjadi pemenang Pucuk Cool Jam 2018 ini.

“Melihat penampilan para finalis ini membuat saya terkenang dengan masa dimana dulu ketika saya masih ada di posisi mereka, dan saya bangga akan itu. Energi musik yang disampaikan luar biasa dilengkapi dengan penguasaan materi yang cerdas. Saya dan Satrio juga Iman sangat sulit menentukan siapa yang terbaik sejujurnya. Namun kami sepakat pemenang yang kami pilih ini adalah best of the best bukan berarti yang lain tidak bagus, semua yang tampil hari ini berhasil mencuri hati kami,” ungkap Adri.

Evelinn Kurniadi menyebutkan bahwa pemenang kategori ekstrakurikuler memiliki nilai outstanding di semua kriteria penjurian.

"Tak hanya kategori band, para finalis Pucuk Cool Jam 2018 kategori ekstrakurikuler juga tampil dengan apik dan sukses menghibur para pengunjung yang hadir di Pucuk Cool Jam Festival 2018," tuturnya.

Seperti yang dikatakan Arrafiu keyboardist Synthetic, sebagai pemenang Pucuk Cool Jam 2018 kategori band dari SMA Negeri 4  Tangerang Selatan. Momen ini tentu menjadi Pucuk Momen yang tak terlupakan bagi para pemenang Pucuk Cool Jam 2018,

“Terima kasih Teh Pucuk Harum yang telah memberikan kami banyak kesempatan luar biasa bagi kami. Pucuk Cool Jam 2018 ini adalah pembelajaran terbaik bagi kami sepanjang kami memilih musik dan seni sebagai kegemaran kami. Ini akan terus menjadi bagian dari proses pembelajaran yang nggak akan pernah terlupakan karena bisa bertemu dengan teman dan juri yang hebat. Semoga perjalanan ini menjadi pemicu untuk kami melangkah lebih jauh lagi,” ujarnya.

Sementara itu Erick Harijanto, Marketing Manager RTD Tea & Juice PT Mayora Indah Tbk Teh Pucuk Harum sebagai penyelenggara ajang musik berbakat bertajuk Pucuk Cool Jam 2018 ini sangat bangga bisa menjadi saksi perkembangan musisi muda berbakat dari tahun ke tahun.

“Kami berharap Pucuk Cool Jam Festival 2018 ini bisa menjadi penutup manis dari rangkaian Pucuk Cool Jam 2018. Semoga ini menjadi awal yang baik bagi para pemenang sekaligus Pucuk Momen yang tak akan terlupakan,” ungkapnya.(RAZ/RGI)

AYO! TANGERANG CERDAS
Paramount Land Ajari Pelajar SD  Tangerang Tanam Hidroponik Lewat Green Schools

Paramount Land Ajari Pelajar SD Tangerang Tanam Hidroponik Lewat Green Schools

Jumat, 27 Juli 2018 | 20:14

TANGERANGNEWS.com-Pengembang properti Paramount Land kembali menggelar kegiatan Green Schools di Paramount Nursery, Gading Serpong, KabupatenTangerang, Kamis

WISATA
Wisata Bareng Anak ke Bandung? Mending Pakai Kereta

Wisata Bareng Anak ke Bandung? Mending Pakai Kereta

Jumat, 29 Juni 2018 | 08:00

TANGERANGNEWS.com-Selalu ada sejuta alasan untuk kembali ke kota Bandung, apalagi bagi warga di Jakarta. Selain karena jaraknya yang dekat, ada banyak hal yang bisa dilakukan di kota dingin yang suhunya jauh berada di bawah kota Metropolitan Jakarta.

TANGSEL
Warga Pakulonan Tenggelam di Cisadane, Korban Belum Ditemukan

Warga Pakulonan Tenggelam di Cisadane, Korban Belum Ditemukan

Minggu, 19 Agustus 2018 | 20:39

TANGERANGNEWS.com-Peristiwa tenggelamnya warga di sungai Cisadane kembali terjadi. Nurul Ihsan, 24, hingga kini belum

"Kita tidak boleh menerima nasib buruk dan pasrah menerimannya sebagai kutukan. Kalau kita mau hidup bebas, kita harus belajar untuk terbang"

Gie