Connect With Us

Limbah PDAM Tangerang di Serpong Diamuk Si Jago Merah

Yudi Adiyatna | Kamis, 10 Mei 2018 | 14:00

Petugas pemadam kebakaran berusaha memadamkan api yang berkobar di sekitar lahan samping dari PDAM Serpong yang berisikan modul pulsator bekas penahan air float, Kamis (10/5/2018) pagi. (@TangerangNews/2018 / Yudi Adiyatna)



TANGERANGNEWS.com-Kobaran api melahap habis limbah milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Tangerang, di Jalan Raya Serpong Puspitek, RT 05 RW 04, Serpong, Tangerang Selatan, Kamis (10/5/2018) pagi. Petugas pemadam kebakaran mengerahkan sebanyak sembilan unit armada.

Kobaran api pertama kali terlihat oleh seorang saksi yang melintas, Sakidi , sekitar pukul 09.20 WIB.

Pria yang tinggal tak jauh dari lokasi itu mengatakan,  kobaran api mulai membesar di lahan samping kantor PDAM. 

Melihat peristiwa tersebut, Sakidi pun lantas melaporkannya ke petugas sekuriti serta pegawai PDAM yang berada di lokasi. Barulah kemudian, upaya pemadaman dilakukan dengan peralatan seadanya sambil menunggu kedatangan petugas Damkar.

"Jadi informasinya awal bahwa yang terbakar itu adalah lahan samping dari PDAM Serpong yang berisikan modul pulsator bekas penahan air float," terang Kapolsek Serpong Kompol Deddy Kurniawan.

Tak berselang lama, sejumlah mobil Damkar tiba di lokasi, dan langsung melakukan penyekatan agar amukan api tak meluas. Berdasarkan pantauan, setidaknya sembilan armada Damkar dikerahkan.

"Tak ada korban jiwa, sementara kerugian materil belum bisa diprediksi. Diduga api berasal dari terik panas matahari yang membuat bahan-bahan modul pulsator berbahan fiber itu cepat terbakar," imbuh Deddy.

Hingga kini, personel Damkar beserta petugas kepolisian masih berada di lokasi untuk memastikan endapan hawa panas telah dinyatakan aman. Beberapa saksi juga telah dimintai keterangan atas peristiwa itu.(RAZ/HRU)

NASIONAL
Bos Buruh Klaim Pabrik PHK Massal Bukan karena Upah Tinggi, Ini Empat Penyebabnya

Bos Buruh Klaim Pabrik PHK Massal Bukan karena Upah Tinggi, Ini Empat Penyebabnya

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:45

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menilai kenaikan upah minimum bukan penyebab utama penutupan pabrik dan pemutusan hubungan kerja (PHK) di Indonesia.

BANDARA
2 Penerbangan Dibatalkan Dampak Kabut Asap Karhutla, Bandara Soetta Siapkan Langkah Mitigasi

2 Penerbangan Dibatalkan Dampak Kabut Asap Karhutla, Bandara Soetta Siapkan Langkah Mitigasi

Jumat, 16 Oktober 2026 | 19:40

Bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia berdampak langsung pada sektor penerbangan.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

PROPERTI
Sinar Mas Land Hadirkan Hunian Sekaligus Tempat Usaha Seharga Rp1,9 Miliar

Sinar Mas Land Hadirkan Hunian Sekaligus Tempat Usaha Seharga Rp1,9 Miliar

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:00

Permintaan terhadap hunian dan ruang komersial berkonsep loft di wilayah Bogor terus menunjukkan potensi pertumbuhan yang kuat.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill