Connect With Us

Malam Pertama Terawih Tangerang Diprediksi Hujan

Yudi Adiyatna | Rabu, 16 Mei 2018 | 18:00

| Dibaca : 296

Masjid Agung Al Mujahidin Serpong. (@TangerangNews.com 2018 / Yudi Adiyatna)


TANGERANGNEWS.com-Pelaksanaan malam pertama Salat Sunah Tarawih yang dilaksanakan seusai Isya diperkirakan akan diguyur hujan.

Dilansir dari situs BMKG wilayah Tangerang Selatan yang meliputi Kecamatan Pamulang, Setu, Ciputat, Ciputat Timur, Pondok Aren, Serpong dan Serpong Utara akan diguyur hujan lokal dengan intensitas sedang. Begitu pun beberapa wilayah Kota Tangerang dan Kabupaten Tangerang.

Pantauan Tangerangnews.com  di Masjid Agung Al Mujahidin Serpong tampak terlihat panitia telah siap menyambut datangnya jamaah yang hendak melaksanakan Salat Sunah dalam rangka menyambut Ibadah Puasa hari pertama yang jatuh pada Kamis (17/5/2018).

Tampak awan mendung dan gemuruh petir sudah mulai terdengar di wilayah Serpong dan sekitarnya.

Pengunjung yang hendak beribadah Salat Taraweh di Masjid dihimbau membawa jas hujan ataupun perlengkapan lainnnya supaya terlindung dari hujan.(RAZ/HRU)

KOTA TANGERANG
Dua Pemuda ini Keroyok Pemotor Hingga Babak Belur Karena Tersinggung

Dua Pemuda ini Keroyok Pemotor Hingga Babak Belur Karena Tersinggung

Senin, 24 September 2018 | 17:04

TANGERANGNEWS.com-Dua tersangka pengeroyokan berinisial V, 21, dan IR, 22 meski mendekam di tahanan Polsek Benteng. Keduanya ditahan setelah memukuli seorang korban di Jalan Adipati, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang.

TOKOH
Ita Nurhayati, Komisioner KPU Perempuan Pertama di Kabupaten Tangerang

Ita Nurhayati, Komisioner KPU Perempuan Pertama di Kabupaten Tangerang

Senin, 3 September 2018 | 15:22

TANGERANGNEWS.com-Kaum perempuan semakin memantapkan kiprahnya di ruang publik, salah satunya Ita Nurhayati, Komisioner KPU Kabupaten Tangerang Divisi Program dan Data.

OPINI
Tantangan Profesi Polisi Zaman Now

Tantangan Profesi Polisi Zaman Now

Rabu, 18 Juli 2018 | 18:00

TANGERANGNEWS.com-Anak saya yang baru menapaki usia lima tahun terpesona tayangan di sebuah televisi swasta. Di usia yang belum dapat menggunakan nalar sebagai kelengkapan berfikir itu, ia justru telah hapal slogan yang

"Kita tidak boleh menerima nasib buruk dan pasrah menerimannya sebagai kutukan. Kalau kita mau hidup bebas, kita harus belajar untuk terbang"

Gie