Connect With Us

Tingkatkan Standar Mutu, Puspiptek Latih 21 UMKM

Yudi Adiyatna | Rabu, 23 Mei 2018 | 15:00

Kegiatan acara Workshop Standardisasi dan Legalisasi Produk di Aula TBIC Puspiptek, Setu, Rabu (23/5/2018). (@TangerangNews / Yudi Adiyatna)

TANGERANGNEWS.com-Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspiptek) memberi fasilitas kepada 21 pelaku UMKM untuk melakukan proses pemenuhan standar mutu di berbagai laboratorium milik Puspiptek.

Pemenuhan standar mutu tersebut diberikan agar pelaku usaha bisa memenuhi standar baku yang ditetapkan dan bisa bersaing dengan para pelaku usaha lainnya, sehingga memiliki nilai jual lebih tinggi.

"Pemenuhan standar harus dilakukan dan saya tahu prosesnya tidak sedikit. Nah melalui Puspiptek, proses yang panjang itu bisa dipangkas. Tapi standar yang dipenuhi tetap sama," kata Kepala Puspiptek Sri Setiawaty di acara Workshop Standardisasi dan Legalisasi Produk di Aula TBIC Puspiptek, Setu, Rabu (23/5/2018).

Menurut Sri dengan fasilitas yang diberikan oleh Puspiptek ini dapat menguatkan sistem perekonomian Indonesia. Sebab, penguatan yang dilakukan menyasar pada pelaku usaha di sektor terkecil.

"Saya yakin dengan adanya pembinaan ini, pelaku UMKM yang hari ini terpilih akan menguatkan perekonomian bangsa. Sebab, seperti yang kita ketahui, kekuatan perekonomian ada di dalam perekonomian terkecil. Seperti mereka, pelaku UMKM," ujarnya.

Ditambahkan, nantinya proses pembinaan yang diberikan kepada peserta cenderung berbeda. Sebab, produk UMKM yang dihasilkan tidak hanya berada di satu sektor.

"Proses pembinaan pasti berbeda. Misal alkes (alat kesehatan), itu lebih rumit. Sementara makanan lebih mudah. Makanya supaya terarah, kita perlu pembinaan. Supaya mereka tahu apa saja yang harus dipenuhi," ujarnya.

Terakhir, Sri mengatakan bahwa saat ini Puspiptek berhasil menyaring peserta sebanyak 21 UMKM untuk menerima fasilitas ini. Sementara seleksi dilakukan secara online sejak awal tahun 2018.

"Kami hanya memilih pelaku UMKM yang proposal produknya itu berpotensi diterima oleh masyarakat, tanpa menanggalkan inovasi dari produk tersebut," tutup Sri.(RAZ/RGI)

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

BISNIS
Nasabah Wajib Tahu! Ini Aturan dan Etika Debt Collector Tarik Kendaraan

Nasabah Wajib Tahu! Ini Aturan dan Etika Debt Collector Tarik Kendaraan

Senin, 26 Oktober 2026 | 22:01

Aktivitas penagihan utang dalam industri pembiayaan seringkali memicu persoalan di tengah masyarakat. Tak jarang terjadi gesekan ketika ada penarikan paksa kendaraan oleh debt collector (professional collector).

BANTEN
Pemprov Banten Dorong Pemantauan Real-Time Kasus Kekerasan Anak Bareng Komnas PA

Pemprov Banten Dorong Pemantauan Real-Time Kasus Kekerasan Anak Bareng Komnas PA

Selasa, 27 Oktober 2026 | 18:38

Kekerasan terhadap anak tengah marak terjadi di Provinsi Banten, termasuk kasus perundungan pelajar di wilayah Tangerang Selatan yang tengah menjadi sorotan belakangan ini.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill