Connect With Us

Bentrokan di Ciputat, Stik Golf & Celurit Bertebaran Hingga Lengan Putus

Yudi Adiyatna | Sabtu, 26 Mei 2018 | 22:00

| Dibaca : 96102

Ilustrasi pengeroyokan. (@tangerangnews 2017 / Yudi Adiyatna)



TANGERANGNEWS.com-Pergelangan tangan Zaelani Sidiq ,21, putus akibat sabetan celurit saat terjadi bentrokan  di Jalan Cirendeu Raya Samping RM Tandikat Padang, Ciputat Timur, Kota Tangsel, Sabtu (26/5/2018) subuh tadi.

Kapolsek Ciputat Kompol Donny Wibisono mengatakan, bentrokan terjadi sekitar pukul 03.00. Perkelahian terjadi antara kubu Asep alias Cepot yang beralamatkan di Lestari Cirendeu melawan masaa Gg Monas Cirendeu. 

"Sebelumnya mereka sudah mengadakan janji untuk tawuran, sekira Pukul 03.00 WiB," terang Kapolsek

Aksi tawuran yang telah sering terjadi selama bulan Ramadan ini pun mengakibatkan korban Zaelani Sidiq. Pergelangan tangan kanannya  putus. Selanjutnya korban dibawa ke RS Fatmawati Jakarta selatan.

"Pelaku membacok pergelangan tangan kanan hingga putus dengan menggunakan sajam jenis celurit dan memukul dengan menggunakan stickgolf," terang Kapolsek lagi.

Atas kejadian tersebut pihak kepolisian telah melakukan olah TKP.(RAZ/HRU)

BANDARA
HUT RI Ke-73, Bandara Soekarno-Hatta Gelar Berbagai Perlombaan

HUT RI Ke-73, Bandara Soekarno-Hatta Gelar Berbagai Perlombaan

Rabu, 15 Agustus 2018 | 12:00

TANGERANGNEWS.com-Berbagai perlombaan digelar oleh pengelola Bandara Internasional Soekarno-Hatta, yakni PT Angkasa Pura II

KAB. TANGERANG
Libur 17 Agustus, Ratusan Orang Memilih Mudik

Libur 17 Agustus, Ratusan Orang Memilih Mudik

Kamis, 16 Agustus 2018 | 19:00

TANGERANGNEWS.com-Hari libur nasional dalam rangka memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia yang jatuh pada hari Jumat besok dimanfaatkan ratusan warga untuk berlibur di kampung halaman.

MANCANEGARA
Sadis, Wanita Ini Diperkosa Lalu Dibakar Hingga Tewas

Sadis, Wanita Ini Diperkosa Lalu Dibakar Hingga Tewas

Senin, 16 Juli 2018 | 19:00

TANGERANGNEWS.com-Seorang wanita diperkosa dan dibakar hidup-hidup hingga tewas oleh sekelompok pria di India. Dari lima pelaku, dua diantaranya telah ditangkap kepolisian setempat.

"Kita tidak boleh menerima nasib buruk dan pasrah menerimannya sebagai kutukan. Kalau kita mau hidup bebas, kita harus belajar untuk terbang"

Gie