Nikmati Kopi Sambil Merasakan Kehangatan Pelayanan Penyandang Disabilitas di Bisa Cafe Karawaci
Minggu, 26 Juli 2026 | 21:38
Menikmati secangkir kopi hangat kini tidak hanya sekadar soal rasa, tetapi juga tentang merayakan kesetaraan.
TANGERANGNEWS.com-Keluarga besar lembaga swadaya masyarakat (LSM) Gerakan Pemburu Koruptor (Gempur) Tangerang Selatan, mengadakan kegiatan buka bersama dengan anak yatim dan kaum dhuafa.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di kediaman Ketua Umum Gempur Saprudin Roy, di Jalan Garut, RT01/01, Pondok Kacang Barat, Kecamatan Pondok Aren, Tangsel, Minggu (3/6/2018).

Saprudin yang juga sebagai owner PT Kaisar Real Lestari mengatakan, di bulan Ramadan ini harus memperbanyak ibadah, salah satunya dengan cara bersedekah kepada saudara-saudara muslim yang kurang mampu.
"Kami telah mengundang masyarakat yang kurang mampu sekitar 500 orang di wilayah Tangsel, kami membantu mereka dengan membagikan sembako sekaligus santunan," ucapnya.
Saprudin melanjutkan, dalam kegiatan yang bertema "Indahnya Kebersamaan" ini sudah kedua kalinya digelar. "Kami berkomitmen untuk selalu membantu masyarakat apabila ada yang membutuhkan. Harapannya Semoga kedepannya lembaga kami selalu bisa exis di masyarakat," ungkapnya.
Nenek Zahara, 70, warga Kampung Pondok Bahar, Kelurahan Pondok Jagung Barat, Kecamatan Pondok Aren, yang mendapatkan santunan merasa bersyukur atas kegiatan yang dilakukan keluarga besar Gempur.
Ia mengungkapkan tentang keluarganya yang mempunyai anak banyak, tetapi hanya saja mereka cuma bekerja sebagai tukang bangunan. Ada juga yang masih belum bekerja atau nganggur, sehingga kelurganya sulit memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Saya sayang berterima kasih atas bantuan ini, karena sangat membantu keluarga saya," ungkapnya.(RAZ/HRU)
Menikmati secangkir kopi hangat kini tidak hanya sekadar soal rasa, tetapi juga tentang merayakan kesetaraan.
TODAY TAGPerkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence /AI) kerap dianggap sebagai ancaman hilangnya lapangan pekerjaan.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence atau AI) dan pergeseran pola konsumsi informasi ke media sosial (medsos) menjadi tantangan berat bagi industri media digital global maupun nasional.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews