Connect With Us

Hilang dari Daftar PPDB, Puluhan Orangtua Murid Geruduk Dindik Tangsel

Yudi Adiyatna | Jumat, 13 Juli 2018 | 15:24

| Dibaca : 645

Suasana Para Orang Tua wali murid yang ingin menyampaikan keluhannya kepada Dinas Pendidikan (Dindik) Tangsel di Gedung III Kawasan Pusat Pemerintahan setempat pada Jumat (13/7/2018) pagi. (TangerangNews.com/2018 / Yudi Adiyatna)

 

TANGERANGNEWS.com-Puluhan orangtua murid menggeruduk Dinas Pendidikan (Dindik) Tangsel yang terletak di Gedung III Kawasan Pusat Pemerintahan setempat pada Jumat (13/7/2018) pagi.

Mereka mempertanyakan hasil seleksi PPDB Dinas Pendidikan yang diumumkan di situs ppdb.dikbudtangsel.com, karena banyak anak mereka diantaranya yang tiba-tiba menghilang dalam daftar. Para orang tua pun menuntuk Dindik memberikan kejelasan nasib anak peserta PPDB.

Satu di antaranya adalah Minan. Ia mengatakan, sejak tanggal 11 Juli 2018, anaknya sudah bertengger di daftar nama yang diterima.  Namun saat pengumuman hasil seleksi yang dilakukan pada Kamis (12/7/2018) kemarin, nama anaknya sudah tiba-tiba hilang dalam daftar.

"Kalau tergesernya karena nilai enggak apa-apa. Lah ini enggak jelas," ujarnya. 

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tangsel Taryono, sendiri belum menemui para orangtua murid yang datang ke kantornya. Dia pun belum menjawab saat dihubungi Tangerangnews.com untuk dimintakan keterangan.(RAZ/HRU)

BISNIS
Math Coffee and Resto, Kafenya Advokat di Tangerang

Math Coffee and Resto, Kafenya Advokat di Tangerang

Sabtu, 1 September 2018 | 15:31

TANGERANGNEWS.com-Bisnis kafe di Kota Tangerang sudah menjamur. Tentunya bisnis ini sudah diisi banyak pemain yang berkelas

AYO! TANGERANG CERDAS
Paramount Land Ajari Pelajar SD  Tangerang Tanam Hidroponik Lewat Green Schools

Paramount Land Ajari Pelajar SD Tangerang Tanam Hidroponik Lewat Green Schools

Jumat, 27 Juli 2018 | 20:14

TANGERANGNEWS.com-Pengembang properti Paramount Land kembali menggelar kegiatan Green Schools di Paramount Nursery, Gading Serpong, KabupatenTangerang, Kamis

"Kita tidak boleh menerima nasib buruk dan pasrah menerimannya sebagai kutukan. Kalau kita mau hidup bebas, kita harus belajar untuk terbang"

Gie