Connect With Us

Datangi Polres Tangsel, Puluhan Warga Tolak Acara Deklarasi 2019 Ganti Presiden

Yudi Adiyatna | Sabtu, 22 September 2018 | 12:00

| Dibaca : 1425

Kapolres Tangerang Selatan AKBP Fredy Irawan menerima perwakilan warga tangsel yang menolak kegiatan gerakan #2019GantiPresiden yang akan di laksanakan di Buaran, kecamatan Serpong, Tangerang Selatan. (TangerangNews.com/2018 / Yudi Adiyatna)

 

 

TANGERANGNEWS.com-Belasan warga Kampung Jati, Buaran, Serpong mendatangi kantor Mapolres Tangerang Selatan, Jumat (21/9/2018) malam. Mereka datang untuk meminta Polisi melarang gerakan aksi #2019GantiPresiden. 

Willy Prakasa, juru bicara warga kampung Jati, Buaran menekankan, kedatanganya ke Mapolres Tangsel pada malam hari untuk meminta Polres Tangerang Selatan, melarang gerakan #2019GantiPresiden di kampungnya.

“Tagar 2019 jangan dikemas santunan yatim piatu seperti itu. Kami meminta, kampung kami yang sudah aman, adem kondusif justru dibenturkan dengan gerakan memecah belah,” ucap Willy di Polres Tangerang Selatan yang hadir bersama puluhan warga kampung Jati. 

Berdasarkan informasi yang didapat, gerakan #2019GantiPresiden akan digelar di lapangan Jati, kelurahan Buaran, kecamatan Serpong, Tangerang Selatan pada Minggu (23/9/2018). 

Acara tersebut, dikabarkan akan didatangi oleh Neno Warisman, selaku inisiator gerakan #2019GantiPresiden. 

Kapolres Tangerang Selatan AKBP Fredy Irawan yang menerima perwakilan warga menerangkan, pernyataan sikap warga Buaran yang menolak adanya gerakan tersebut, akan disampaikan Polisi kepada pihak panitia penyelenggara kegiatan. 

“Yang datang ke kami Tokoh masyarakat, RT, RW Buaran, tadi pernyataan sikap mereka menolak dan tidak mau tempat mereka dijadikan ajang deklarasi tagar 2019GantiPresiden. Itu pernyataan sikap mereka yang akan kami bawa ke panitia, besok pertemuan terakhir bahwa sebaiknya tidak usah dilaksanakan,” kata Kapolres. 

Menurutnya, pihaknya merekomendasikan tidak mengizinkan kegiatan #2019GantiPresiden itu digelar,  karena alasan keamanan dan potensi gangguan kamtibmas. 

“Kami dari kepolisian tidak merekomendasikan terhadap kegiatan tersebut, dan menyarankan kepada panitia gerakan untuk tidak usah melaksanakan kegiatan karena berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas,” ucap Ferdy. 

Lanjutnya, dari sisi aturan dan hukum yang berlaku, gerakan #2019GantiPresiden bukanlah gerakan yang melanggar hukum. Namun memiliki kerawanan terhadap, gangguan keamanan serta ketertiban masyarakat. 

"Artinya gerakan tersebut, kalau dilihat dari aturan hukum tak ada yang dilanggar. Tapi ketika gerakan tersebut menimbulkan kerawanan gangguan kamtibmas kami memutuskan bahwa ini tidak usah dilaksanakan karena berpotensi ada gesekan di masyarakat karena menimbulkan pro dan kontra,” ungkapnya. 

Dia berharap, di tahun Politik ini, masyarakat bisa berdemokrasi dan menghindari adanya perpecahan. 

“Lakukan pemilu sesuai dengan aturan, hindari konflik dan gesekan walaupun masing-masing memiliki pandangan politik berbeda, tapi salurkan dengan saluran yg tersedia, sehingga nanti Pemilu 2019 berjalan aman tertib dan lancar,” tandas Ferdy.(RAZ/HRU)

HIBURAN
Kolam Kacang Hijau Jadi Permainan Seru Anak di Tangcity Mall

Kolam Kacang Hijau Jadi Permainan Seru Anak di Tangcity Mall

Selasa, 5 Februari 2019 | 20:53

TANGERANGNEWS.com-Berbagai wahana dan pertunjukan hiburan dihadirkan untuk memanjakan para pengunjung yang mengisi liburan di Tangerang

WISATA
Menikmati Keasrian di Jaletreng Riverpark Tangsel

Menikmati Keasrian di Jaletreng Riverpark Tangsel

Minggu, 27 Januari 2019 | 18:00

TANGERANGNEWS.com-Tak perlu pergi jauh untuk menemukan tempat wisata yang nyaman dan indah, kini Tangerang Selatan juga memiliki beberapa destinasi wisata populer sebagai tempat menangkan diri dari hiruk pikuk kota

OPINI
Bagaimana Seharusnya Debat Capres Berjalan?

Bagaimana Seharusnya Debat Capres Berjalan?

Jumat, 1 Februari 2019 | 15:00

TANGERANGNEWS.com-Debat capres pertama telah berlangsung pada tanggal 17 Januari 2019 kemarin di Hotel Bidakara Jakarta. Namun, berbeda dengan format debat capres seperti pada tahun 2014

TEKNO
Pertama di Indonesia, BPPT Luncurkan Lab Uji Modul Panel Surya di Puspitek Serpong

Pertama di Indonesia, BPPT Luncurkan Lab Uji Modul Panel Surya di Puspitek Serpong

Rabu, 9 Januari 2019 | 15:18

TANGERANGNEWS.com-Melalui Balai Besar Teknologi Konversi Energi (B2TKE), Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) telah resmi membuka pelayanan teknis untuk

"Tidak pernah ada kata terlambat untuk menjadi seperti apa yang Anda inginkan."

George Elliot