Connect With Us

Tagihan Capai Rp1,3 Miliar, Bapenda Tagih Wajib Pajak di Puri Bintaro

Yudi Adiyatna | Jumat, 19 Oktober 2018 | 11:00

Petugas Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Tangerang Selatan mendatangi para wajib pajak di Perumahan Puri Bintaro, Pondok Aren Tangsel. (@TangerangNews / Yudi Adiyatna)

TANGERANGNEWS.com-Petugas Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Tangerang Selatan mendatangi para wajib pajak di Perumahan Puri Bintaro, Pondok Aren Tangsel guna mengingatkan dan menagih wajib pajak (WP) yang menunggak pembayaran pajak PBB tahunan.

Bapenda bersama Bank BJB menerjunkan tim petugas Pentungan (Penagihan Tunggakan Pajak) PBB untuk menyisir Wajib Pajak di kawasan perumahan elit tersebut. Kegiatan pentungan PBB dilaksanakan sejak 15 Oktober hingga 26 Oktober mendatang.

Kepala Bidang Pajak Daerah 1 pada Bapenda Kota Tangsel, Indri Sari Yuniandri menjelaskan, penagihan oleh petugas pentungan dilakukan tidak hanya di Puri Bintaro, namun juga sudah dilakukan di perumahan elit di kawasan Serpong. Untuk Puri Bintaro karena menyisir masyarakat wajib pajak yang terhutang diatas Rp5 juta.

“Ada 200 WP di Puri Bintaro yang menunggak pajak PBB, dengan total tagihan sebesar Rp1,3 miliar,”jelasnya.

Tunggakan tersebut merupakan tagihan pajak terhutang sejak tahun 2014 hingga 2018.

”Kita sudah membuka tenda pelayanan keliling di Puri Bintaro selama 4 hari, dan sudah ada 20 WP yang membayar pajak dengan total sebesar Rp34,89 juta dengan rincian hari pertama sebesar Rp3,15 juta, hari kedua sebesar Rp5,4 juta, hari ketiga sebesar Rp22,9 juta dan hari keempat sebesar Rp3,4 juta,” ungkap Indri.

Pihaknya melakukan crosschek terkait administrasi surat menyurat PBB di perumahan tersebut, lantaran banyaknya perubahan bentuk bangunan yang belum memperbaiki surat menyuratnya, hal ini juga ditujukan untuk mendorong meningkatnya target pajak. 

“Target kita Rp348 miliar dan ini masih terus kita kejar, salah satu cara dengan program pentungan PBB ini,” jelas Indri.

Selain Program Pentungan PBB sebagai upaya mencapai target, Bapenda juga memberikan Pelayanan Pembayaran PBB hari Sabtu dan Minggu serta Pelayanan Pembayaran Mobil Keliling.

Diharapkan dengan adanya Kegiatan Pentungan ini, kesadaran masyarakat membayar PBB akan semakin meningkat dan berdampak kepada penerimaan pendapatan. 

Meningkatnya pendapatan daerah diharapkan akan dapat menjadi sumber pembiayaan program pembangunan daerah sesuai visi dan misi kota Tangsel.

"Gerakan pentungan PBB ini juga merupakan sebuah bentuk inovasi daerah. Untuk menyelesaikan tantangan dan persoalan, kita sudah tidak bisa lagi mengandalkan metode konvensional. Kita harus punya terobosan dan inovasi,” bebernya lagi.(RAZ/RGI)

KAB. TANGERANG
300 Km Jalan di Kabupaten Tangerang Rusak Berat, Truk ODOL Jadi Biang Kerok

300 Km Jalan di Kabupaten Tangerang Rusak Berat, Truk ODOL Jadi Biang Kerok

Selasa, 20 Oktober 2026 | 15:57

Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kabupaten Tangerang mencatat ada sepanjang 300 kilometer (Km) jalan di wilayahnya mengalami kerusakan berat.

KOTA TANGERANG
Kebakaran di Jatiuwung Hanguskan 9 Gudang, 1 Personel Damkar Dilarikan ke UGD Gegara Sesak Nafas

Kebakaran di Jatiuwung Hanguskan 9 Gudang, 1 Personel Damkar Dilarikan ke UGD Gegara Sesak Nafas

Selasa, 20 Oktober 2026 | 18:40

Insiden kebakaran hebat yang melanda kawasan industri di Jalan Industri Raya VIII, Pasir Jaya, Kecamatan Jatiuwung, Kota Tangerang menghanguskan sekitar sembilan gudang, pada Selasa 20 Oktober 2026.

WISATA
Catat Jadwalnya, Festival Layang-layang Meriahkan Akhir Pekan di Paramount Petals

Catat Jadwalnya, Festival Layang-layang Meriahkan Akhir Pekan di Paramount Petals

Minggu, 18 Oktober 2026 | 12:15

Paramount Petals Tangerang menghadirkan Festival Layang-layang Paramount Petals sebagai pilihan aktivitas akhir pekan bagi keluarga.

NASIONAL
Bos Buruh Klaim Pabrik PHK Massal Bukan karena Upah Tinggi, Ini Empat Penyebabnya

Bos Buruh Klaim Pabrik PHK Massal Bukan karena Upah Tinggi, Ini Empat Penyebabnya

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:45

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menilai kenaikan upah minimum bukan penyebab utama penutupan pabrik dan pemutusan hubungan kerja (PHK) di Indonesia.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill