Tak Maksimal Sumbang PAD, Wisata Kabupaten Tangerang Terkendala Regulasi dan Lahan
Selasa, 6 Oktober 2026 | 19:40
Potensi pariwisata di Kabupaten Tangerang belum memberikan kontribusi maksimal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
TANGERANGNEWS.com-Menghindari terjadinya kekosongan, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Tangerang Selatan melakukan proses Pergantian Antar Waktu (PAW) terhadap salah seorang Komisioner Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwascam) Serpong Utara.
Menurut Komisioner Divisi SDM Bawaslu Tangsel Karina Permata Hati, PAW tersebut dikarenakan ada satu anggota panwascam tersebut mengundurkan diri atas nama Abdul Hakim. Hakim, kata Karina, mengundurkan diri atas kemauan sendiri tanpa adanya paksaan dari pihak lain.

"Pergantian antar waktu yang dilakukan pada hari ini karena ada pengunduran diri dari panwaslu serpong utara sebelumnya,
Dengan daftar PAW yg berada dinomor berikutnya adalah Wasyi Zamil," ujar Karina usai pengambilan sumpah komisioner Panwaslu Serut yang baru di kantor Bawaslu Tangsel, Rabu (14/11/2018).
Sementara itu Kepala Sekretariat Bawaslu Tangsel Sukari Maesoferi mengatakan, proses pergantian antar waktu terhadap anggota Panwascam merupakan yang kedua kalinya dilakukan dalam satu tahun belakangan ini.
"Ini yang kedua , sebelumnya kita juga telah melakukan PAW Panwascam Serpong," kata Feri.
Selain itu, Feri menyebut, saat ini pihak Bawaslu Tangsel sedang membuka pendaftaran bagi anggota Panwascam Ciputat yang juga mengundurkan diri. Pembukaan pendaftaran dibuka dikarenakan urutan seleksi anggota Panwascam berikutnya telah bertugas di instansi kepemiluan lain.
"Kita membuka pendaftaran untuk PAW Panwaslu Kecamatan Ciputat selama tiga hari kedepan," tandasnya.(RMI/HRU)
Potensi pariwisata di Kabupaten Tangerang belum memberikan kontribusi maksimal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
TODAY TAGCalon pembeli rumah kini bisa melihat langsung hunian Allurea Type E di Asthara Skyfront City.
Rencana pemerintah menggratiskan biaya pendidikan negeri dari jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi masih dalam tahap penyusunan.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews