Connect With Us

Truk Tronton Lewat Tangsel Tiap Waktu, Warga Ngaku Menderita

Yudi Adiyatna | Selasa, 4 Desember 2018 | 15:00

| Dibaca : 2521

Pemandangan Truk Tronton di Jalan Serua Maruga, Ciputat. (@TangerangNews / Yudi Adiyatna)

TANGERANGNEWS.com-Lalu lalangnya ratusan truk beroda sepuluh atau truk tronton yang seolah tak mengenal jam beroperasi di jalanan wilayah Tangsel mendapat banyak protes dari pengguna jalan.

Apalagi, truk-truk tronton pengangkut tanah yang kerap disebut "Transformers" itu bukan berasal dari wilayah Tangsel,  melainkan dari wilayah Parung Panjang, Jasinga, Gunung Sindur dan wilayah lainnya di Kabupaten Bogor yang berbatasan langsung dengan Kota Tangsel.

Truk-truk tersebut pun disinyalir hanya menjadikan wilayah Tangsel sebagai areal perlintasan menuju tujuan mereka di wilayah Jakarta ataupun daerah-daerah lainnya.

"Dengan dalih sedang mengerjakan proyek pemerintah pusat, truk besar bebas lalu lalang pada jam-jam sibuk di Tangsel. Kami sebagai warga lah yang menanggung dampaknya, kita menderita," sebut Jupry Nugroho, Kordinator Divisi Advokasi & Investigasi TRUTH, Selasa (4/12/2018).

Jupri pun mempertanyakan, apa dampak positif bagi warga dari banyaknya Truk Tronton yang melintas itu.  Karena sejauh ini, warga Tangsel hanya mendapat imbas berupa kemacetan, jalanan rusak, bahkan korban jiwa akibat kecelakaan dengan truk-truk tersebut.

"Dengan banyaknya truk besar yang setiap hari melewati kota ini, apakah ada retribusi atau pun pemasukan yang didapatkan? Karena tidak sebanding dengan kerugian yang didapatkan masyarakat," jawab Jupri.

Pria asal Pondok Aren ini pun mengatakan, di Tangsel saat ini sebetulnya telah memiliki Peraturan Walikota Tangsel No 3/2012 yang mengatur waktu operasi kendaraan angkutan barang atau truk. 

Aturan tersebut secara jelas pada pasal 1 ayat (2) mengatur terkait jam operasional yaitu pukul 22:00-05:00 WIB bagi kendaraan truk yang melintas di Jalan Raya Serpong.

"Sudah ada Perwal 3/2012 . Kami mendesak Dinas Perhubungan dan Polres Tangsel jangan hanya berpangku tangan mendengar keluhan warga.Jika perlu di tindak tegas sesuai dengan ketentuan, jangan tebang pilih" jawabnya.

Senada dengan Jupri, salah seorang warga Pamulang, David, 27, mengaku setiap dirinya tiap malam pulang kerja dengan mengendarai sepeda motor di perempatan Viktor, Setu, harus banyak mengalah dengan rombongan truk tronton yang melintas di malam hari. 

"Kalau malam truk dari arah Muncul pada ngebut-ngebut sambil lawan arah. Enggakbada yang ngawasin. Parah bener, warga kadang yang harus ngalah," tuturnya.

Dirinya pun berharap agar aparat berwenang bisa lebih menjalankan fungsi pengawasannya agar permasalahan tersebut tak semakin mengundang keluhan dan kerugian bagi warga.

"Tolong lah supaya di tertibin lagi. Kita gak ngelarang truk melintas. Tapi ada batasnya juga. Batasi waktunya dan batasi jumlah yang melintas," pintanya.(RAZ/RGI)

TANGSEL
Terlilit Utang, Pasutri Asal Ciputat Gelapkan 5 Unit Mobil Sewaan

Terlilit Utang, Pasutri Asal Ciputat Gelapkan 5 Unit Mobil Sewaan

Senin, 21 Oktober 2019 | 20:11

TANGERANGNEWS.com- Utang membuat pasangan suami istri (pasutri) di Ciputat, HBP,42, dan D,41, gelap mata. Keduanya menggelapkan lima unit

MANCANEGARA
Dua Hari Dikubur Hidup-hidup, Bayi Perempuan di India Berhasil Selamat

Dua Hari Dikubur Hidup-hidup, Bayi Perempuan di India Berhasil Selamat

Rabu, 16 Oktober 2019 | 17:36

TANGERANGNEWS.com-Bayi perempuan di India ditemukan masih hidup meski telah dikubur. Bayi malang itu dalam kondisi kritis karena diduga telah dikubur sejak dua hari yang lalu.

SPORT
Putra Berlian Bank Jateng & Putri Bank Jatim Juara Livoli 2019 di Tangerang

Putra Berlian Bank Jateng & Putri Bank Jatim Juara Livoli 2019 di Tangerang

Minggu, 20 Oktober 2019 | 21:23

TANGERANGNEWS.com-Kompetisi Livoli Divisi Utama 2019 yang digelar di GOR Tangerang, Jalan Dimyati, Kota Tangerang selama 13-20 Oktober 2019 telah selesai dan berlangsung sukses.

BANTEN
Tawuran Suporter Sepakbola Pecah di Cilegon

Tawuran Suporter Sepakbola Pecah di Cilegon

Senin, 21 Oktober 2019 | 21:26

Cilegon - Kericuhan antara suporter Perserang dan Cilegon United terjadi di jalan protokol Kota Cilegon. Toko obat dilempari batu menyebabkan pintu kaca

"Cobaan, kekalahan dan kegagalan tidak akan menjadi sesuatu yang buruk, tergantung bagaimana kita menyikapinya."

Donny Dhirgantoro