Connect With Us

Kasus DBD Meningkat, PMI Tangsel Siaga

Yudi Adiyatna | Rabu, 23 Januari 2019 | 22:49

Ruangan stok darah di Kantor Palang Merah Indonesia (PMI) Tangerang Selatan. (TangerangNews/2018 / Yudi Adiyatna)

 

TANGERANGNEWS.com-Siklus lima tahunan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) membuat Palang Merah Indonesia (PMI) Tangerang Selatan bersiaga. Pasalnya, jumlah penderita DBD di Tangsel meningkat.

Kesiagaan lembaga yang diketuai oleh Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany inì karena penderita penyakit yang disebabkan nyamuk Aedes Aegepty ini membutuhkan banyak asupan trombosit darah yang hanya tersedia di lembaga sosial kemanusiaan tersebut. 

Ketua Unit Transfusi Darah PMI Tangsel dr Suhara Manullang mengatakan, pihaknya kini meningkatkan target persediaan darah menjadi 3000 kantong darah dalam sebulan untuk mengantisipasi permintaan berlebih. 

"Setiap hari ditargetkan dapat 100 kantong. Jadi jumlahnya 3000 dalam sebulan. Untuk jaminan ketersediaan," jelasnya saat ditemui di Gedung PMI Tangsel, Serpong, Tangerang Selatan, Rabu (23/1/2019).

Dijelaskannya, seseorang yang terjangkit virus DBD sangat membutuhkan trombosit. Karena penyakit ini menyerang daya tahan tubuh. 

"Darah ada 3 unsur, yaitu darah merah, darah putih, dan trombosit. Kalo demam berdarah ini oleh virus dengue itu yang diserang adalah daya tahan tubuh, dengan pembekuan darah karena kurangnya trombosit," jelasnya.

Suhara juga mengatakan untuk terjaminnya ketersediaan, PMI menempuh dua cara, yaitu pendonor mendatangi kantor PMI Tangsel atau model jemput bola menggunakan mobil operasional.

"Kami tidak berhenti disitu, kita punya data base. Kita kontak pendonor sebelumnya. Untuk donor kembali," ujar Suhara. 

Kedepan, kata dia, PMI Tangsel akan menyediakan mobil unit untuk menjemput bola para pendonor. 

"Orang kota itu kan berhalangan waktu, makanya kita sediakan mobil unit," tukasnya.(RMI/HRU)

KOTA TANGERANG
Ada Diskon PBB dan BPHTB Spesial HUT ke-33 Kota Tangerang, Berlaku Sampai 21 Maret

Ada Diskon PBB dan BPHTB Spesial HUT ke-33 Kota Tangerang, Berlaku Sampai 21 Maret

Selasa, 20 Januari 2026 | 18:52

Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Tangerang kembali meluncurkan program diskon dan pengurangan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) serta Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) bagi masyarakat.

MANCANEGARA
WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

Kamis, 8 Januari 2026 | 13:17

Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.

WISATA
Habiskan Rp2,3 Miliar, Apa Saja Isi Tugu Titik Nol Tangerang?

Habiskan Rp2,3 Miliar, Apa Saja Isi Tugu Titik Nol Tangerang?

Selasa, 20 Januari 2026 | 19:51

Tugu titik nol Kabupaten Tangerang yang sempat menjadi kontroversi lantaran memakan anggaran sebesar Rp2,3 miliar kini sudah mulai beroperasi dan dipergunakan sebagai taman literasi digital untuk masyarakat.

OPINI
Miras dan Prostitusi Sumber Malapetaka, Bukan Sumber Pendapatan Asli Daerah

Miras dan Prostitusi Sumber Malapetaka, Bukan Sumber Pendapatan Asli Daerah

Senin, 19 Januari 2026 | 15:43

Demi meningkatkan PAD (Pendapatan Asli Daerah), Pemerintah Kota melalui DPRD nya melakukan rencana untuk melegalisasi miras dan prostitusi dengan rencana akan merevisi undang-undang tentang larangan miras dan prostitusi.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill