Jalur Mutasi SPMB SMP Kota Tangerang Dibuka Besok
Senin, 29 Juni 2026 | 19:00
Proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMP Negeri Tahun Ajaran 2026/2027 masih berlangsung.
TANGERANGNEWS.com-Siklus lima tahunan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) membuat Palang Merah Indonesia (PMI) Tangerang Selatan bersiaga. Pasalnya, jumlah penderita DBD di Tangsel meningkat.
Kesiagaan lembaga yang diketuai oleh Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany inì karena penderita penyakit yang disebabkan nyamuk Aedes Aegepty ini membutuhkan banyak asupan trombosit darah yang hanya tersedia di lembaga sosial kemanusiaan tersebut.
Ketua Unit Transfusi Darah PMI Tangsel dr Suhara Manullang mengatakan, pihaknya kini meningkatkan target persediaan darah menjadi 3000 kantong darah dalam sebulan untuk mengantisipasi permintaan berlebih.
"Setiap hari ditargetkan dapat 100 kantong. Jadi jumlahnya 3000 dalam sebulan. Untuk jaminan ketersediaan," jelasnya saat ditemui di Gedung PMI Tangsel, Serpong, Tangerang Selatan, Rabu (23/1/2019).
Dijelaskannya, seseorang yang terjangkit virus DBD sangat membutuhkan trombosit. Karena penyakit ini menyerang daya tahan tubuh.
"Darah ada 3 unsur, yaitu darah merah, darah putih, dan trombosit. Kalo demam berdarah ini oleh virus dengue itu yang diserang adalah daya tahan tubuh, dengan pembekuan darah karena kurangnya trombosit," jelasnya.
Suhara juga mengatakan untuk terjaminnya ketersediaan, PMI menempuh dua cara, yaitu pendonor mendatangi kantor PMI Tangsel atau model jemput bola menggunakan mobil operasional.
"Kami tidak berhenti disitu, kita punya data base. Kita kontak pendonor sebelumnya. Untuk donor kembali," ujar Suhara.
Kedepan, kata dia, PMI Tangsel akan menyediakan mobil unit untuk menjemput bola para pendonor.
"Orang kota itu kan berhalangan waktu, makanya kita sediakan mobil unit," tukasnya.(RMI/HRU)
Proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMP Negeri Tahun Ajaran 2026/2027 masih berlangsung.
TODAY TAGPemerintah Kabupaten (Tangerang) berencana mengadakan nonton bareng (Nobar) FIFA World Cup 2026 di 29 Kecamatan yang berada di wilayah tersebut.
Pemerintah Malaysia memutuskan menurunkan harga solar menjadi 2,10 ringgit Malaysia atau sekitar Rp9.061 per liter mulai Juli 2026.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews