Connect With Us

Jokowi Bagikan 40.172 Sertifikat Tanah di Pondok Cabe

Yudi Adiyatna | Jumat, 25 Januari 2019 | 13:00

| Dibaca : 3142

Presiden Indonesia Joko Widodo saat menghadiri kegiatan pemberian sertifikat tanah untuk warga Tangsel, di Bandara Pondok Cabe, Jl. Pondok Cabe, Pondok Cabe Ilir, Pamulang Tangerang Selatan, Jum'at (25/1/2019). (@TangerangNews / Yudi Adiyatna)

TANGERANGNEWS.com-Ribuan warga Tangsel memadati Bandara Pondok Cabe, Kota Tangsel, untuk menerima sertifikat tanah yang diberikan langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Bandara Pondok Cabe, Jum'at (25/1/2019).

Total ada 40.172 sertifikat yang dibagikan dalam kegiatan ini. Namun yang hadir untuk menerima hanya sekitar 22 ribuan warga Tangsel.

Dalam keadaan hujan deras, Jokowi yang didampingi oleh Ibu Negara Iriana Joko Widodo hadir sekitar pukul 09.30 WIB. Kehadiran Jokowi yang terlihat mengenakan kemeja putih berlengan panjang itu disambut dengan meriah oleh para peserta.

Kehadiran Jokoi ini dimanfaatkan oleh para warga untuk berswafoto. "Pak, Selfie Pak, Selfie Pak," teriak salah satu peserta saat Jokowi berkeliling.

Dalam sambutannya, Jokowi menyampaikan bahwa dari 126 juta bidang tanah di tahun 2015, baru 46 juta bidang tanah yang memiliki sertifikat. “Masih ada 80 juta yang belum memegang sertifikat, padahal sudah bertahun-tahun menempati tanah tersebut," jelasnya.

Menurut Jokowi, per tahunnya Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) hanya mencetak 500 ribu sertifikat. Jika masih ada 80 juta bidang tanah, maka akan membutuh 160 tahun untuk mencetaknya secara keseluruhan.

"Enggak akan bisa (cara lama). Jadi saya perintahkan ke Pak Menteri, tahun 2017 5 juta (sertifikat) harus keluar, tahun 2018 7 juta harus keluar, dan tahun 2019 9 juta harus keluar. Caranya bagaimana saya enggak mau tahu," tuturnya. 

Dari instruksi tersebut, Jokowi menjelaskan bahwa sertifikat yang dikeluarkan sudah terlampaui dari target. "Tahun 2017, 5,4 juta dan tahun 2018, 9,4 juta bisa dikeluarkan," tambahnya. 

Dalam acara tersebut, turut hadir Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan Djalil. Dalam sambutannya, Sofyan mengklaim akan menyelesaikan pembagian sertifikat tanah di Tangsel seratus persen, sesuai dengan perintah Presiden. 

"Dari 22 sampai 23 ribu orang yang hadir. Sesuai dengan perintah Pak Jokowi Insya Allah Kota Tangsel 100 persen beres," tukasnya. 

Sofyan juga menjelaskan sertifikat tanah ini harus segera diberikan kepada masyarakat. Jangan sampai tanah diambil secara paksa oleh pihak yang tidak benar. “makanya kita berikan sertifikat, sehingga bukti jelas, luasnya jelas, letaknya jelas," tutur Sofyan.(RAZ/RGI)

WISATA
Menikmati Suasana Asri di Situ Lengkong Tangsel

Menikmati Suasana Asri di Situ Lengkong Tangsel

Sabtu, 13 Juni 2020 | 13:00

TANGERANGNEWS.com-Di tengah hiruk pikuk Kota Tangerang Selatan (Tangsel), ternyata terdapat ruang terbuka hijau yang menjadi tempat favorit

NASIONAL
Ekonom UI: RUU Ciptaker Instrumen Penarik Investasi Berorientasi Ekspor

Ekonom UI: RUU Ciptaker Instrumen Penarik Investasi Berorientasi Ekspor

Selasa, 22 September 2020 | 19:54

TANGERANGNEWS.com-Ekonom Universitas Indonesia Berly Martawardaya menilai ekspor manufaktur Indonesia termasuk terendah di Asia. Karena itu diperlukan kebijakan yang bisa menarik investasi yang berorientasi ekspo

SPORT
Suporter Persikota Dukung Rehabilitasi Stadion Benteng di Tengah Pandemi

Suporter Persikota Dukung Rehabilitasi Stadion Benteng di Tengah Pandemi

Selasa, 25 Agustus 2020 | 12:51

TANGERANGNEWS.com–Benteng Mania, kelompok suporter sepakbola Persikota

AYO! TANGERANG CERDAS
Selama Ini Kena Hoax, Ternyata Terdapat 7 Manfaat Mandi Malam Hari 

Selama Ini Kena Hoax, Ternyata Terdapat 7 Manfaat Mandi Malam Hari 

Kamis, 17 September 2020 | 10:48

TANGERANGNEWS.com- Cerita di Indonesia selama ini mengenai larangan mandi di malam hari membuat kita terpengaruh. Mitos dan hoax mengenai kesehatan memang banyak beredar di masyarakat, terutama dahulu

"Kerja sama terjadi bukan karena tak ada konflik, tetapi sebagai sarana untuk mengelola konflik."

Qoute